10 Bulan Puluhan Ribu Petani India Kemah di Jalan Protes UU Pertanian

loading...
10 Bulan Puluhan Ribu Petani India Kemah di Jalan Protes UU Pertanian
Salah satu protes petani India di jalur kereta dan stasiun. Foto/Reuters
JAKARTA - Para petani India terus menentang reformasi sektor pertanian yang dianggap mengancam mata pencaharian mereka. Aksi kali ini digelar secara nasional setelah setahun undang-undang (UU) tentang liberalisasi sektor pertanian diperkenalkan.

Selama 10 bulan, puluhan ribu petani telah berkemah di jalan raya utama di sekitar ibu kota, New Delhi, untuk menentang UU tersebut. Protes petani ini menjadi aksi yang paling lama dilakukan terhadap pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi.

Baca juga: China Peringatkan AS akan Campakkan India, Australia, dan Jepang

"Ribuan petani telah menyebar ke berbagai distrik untuk memastikan pemogokan nasional yang bertujuan mengingatkan pemerintah untuk mencabut UU yang diperkenalkan untuk mendukung perusahaan swasta besar," kata Rakesh Tikait, seorang pemimpin petani terkemuka, kepada Reuters, Senin (27/9/2021).



Di Noida, sebuah kota satelit New Delhi, para petani menghadapi polisi dan mendorong melewati mereka untuk menerobos barikade. Belum ada laporan tentang cedera atau penangkapan.

Di Gurgaon, kota satelit lain di dekat bandara utama ibu kota, petani memadati jalan dan memblokir lalu lintas. Selain itu, pengunjuk rasa menyerbu ke stasiun kereta api di pinggiran utara New Delhi, kata seorang saksi mata.

Hampir selusin partai oposisi telah mendukung protes petani untuk meningkatkan tekanan pada pemerintahan Modi untuk mencabut undang-undang tersebut. Beleid yang diperkenalkan pada bulan September tahun lalu itu menderegulasi sektor pertanian dan memungkinkan petani untuk menjual produk kepada pembeli di luar pasar grosir yang diatur pemerintah, dan petani dijamin mendapatkan harga minimum.

Baca juga: Kader PSI Viani Limardi Dipecat, Diduga Gelembungkan Dana Reses

Petani kecil mengatakan perubahan itu membuat mereka rentan terhadap persaingan dari bisnis besar, dan mereka pada akhirnya bisa kehilangan dukungan harga untuk bahan pokok seperti gandum dan beras. Sedangkan, pemerintah justru menyatakan reformasi berarti peluang baru dan harga yang lebih baik bagi petani.

Sektor pertanian di India menopang hampir setengah dari 1,3 miliar penduduk di negaranya Shah Rukh Khan itu, dan menyumbang sekitar 15% dari ekonomi India senilai USD2,7 triliun.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top