Bursa Rebound, Saham Emiten Properti Ini Ikut Melesat
Selasa, 02 Juni 2020 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Sukarno menilai kenaikan yang terjadi dalam pergerakan IHSG bersifat technical rebound. Rebound saham ini bersifat jangka pendek merespons pelonggaran PSBB. Pasar merespon positif akan berlakunya new normal. "Indonesia termasuk bagian negara yang diperkirakan pulih lebih cepat setelah China akibat pandemi ini," ucap Sukarno kepada media.
Dia menyampaikan bahwa capaian kinerja positif sejumlah emiten properti di 2019 tetap harus dilihat secara komprehensif mengingat situasinya pasti terus positif jika tidak terjadi pandemi Covid-19. Kebijakan new normal diharapkan akan meningkatkan kembali kepercayaan investor sehingga kinerja emiten pun menjadi semakin positif.
Yang pasti, kata dia, pelonggaran pembatasan sosial serta berlakunya kenormalan baru, akan menimbulkan optimisme dan memungkinkan kinerja operasional mal dan sektor properti berangsur pulih. Hal ini sejalan dengan membaiknya konsumsi masyarakat.
Untuk diketahui, LPKR sudah melaporkan kinerja 2019 yang mencatatkan peningkatan penjualan 7,6% pada 2019. LPKR meraih pendapatan Rp12,25 triliun sepanjang 2019. Kenaikan pendapatan disumbang oleh pertumbuhan segmen pendapatan berulang alias recuring income yang dimotori oleh anak usaha, PT Siloam Hospitals Tbk (SILO).
SILO meraup pendapatan sebesar Rp7,02 triliun sepanjang tahun lalu atau naik 17,7%. Unit bisnis rumah sakit itu berkontribusi 75,1% terhadap total pendapatan berulang LPKR. Kenaikan pendapatan SILO tak lepas dari pembukaan rumah sakit baru pada kuartal IV/2019. Rumah sakit yang dikelola mencapai 37 rumah sakit per akhir Desember 2019. Bisnis rumah sakit mampu mengimbangi penurunan pada bisnis properti dari tahun ke tahun.
Dia menyampaikan bahwa capaian kinerja positif sejumlah emiten properti di 2019 tetap harus dilihat secara komprehensif mengingat situasinya pasti terus positif jika tidak terjadi pandemi Covid-19. Kebijakan new normal diharapkan akan meningkatkan kembali kepercayaan investor sehingga kinerja emiten pun menjadi semakin positif.
Yang pasti, kata dia, pelonggaran pembatasan sosial serta berlakunya kenormalan baru, akan menimbulkan optimisme dan memungkinkan kinerja operasional mal dan sektor properti berangsur pulih. Hal ini sejalan dengan membaiknya konsumsi masyarakat.
Untuk diketahui, LPKR sudah melaporkan kinerja 2019 yang mencatatkan peningkatan penjualan 7,6% pada 2019. LPKR meraih pendapatan Rp12,25 triliun sepanjang 2019. Kenaikan pendapatan disumbang oleh pertumbuhan segmen pendapatan berulang alias recuring income yang dimotori oleh anak usaha, PT Siloam Hospitals Tbk (SILO).
SILO meraup pendapatan sebesar Rp7,02 triliun sepanjang tahun lalu atau naik 17,7%. Unit bisnis rumah sakit itu berkontribusi 75,1% terhadap total pendapatan berulang LPKR. Kenaikan pendapatan SILO tak lepas dari pembukaan rumah sakit baru pada kuartal IV/2019. Rumah sakit yang dikelola mencapai 37 rumah sakit per akhir Desember 2019. Bisnis rumah sakit mampu mengimbangi penurunan pada bisnis properti dari tahun ke tahun.
Lihat Juga :