Rahasia Sukses Jeff Lawson Jadi Miliarder: Jangan Pecat Karyawan karena Buat Kesalahan

Rabu, 29 September 2021 - 13:00 WIB
loading...
Rahasia Sukses Jeff...
Jeff Lawson berbagi rahasia sukses untuk menjadi seorang CEO. Foto/BBC
A A A
JAKARTA - Jeff Lawson, pendiri dan CEO Twilio, mengungkap salah satu "rahasia" terbesarnya untuk bisa sukses seperti sekarang. Berkat rahasianya itu, perusahaannya kini mendulang penjualan lebih dari USD2,5 miliar atau sekitar Rp35,5 triliun (kurs Rp14.200) per tahun.

Twilio adalah sebuah perusahaan penyedia teknologi yang menyampaikan pesan-pesan kecil ceria ke ponsel cerdas konsumen yang menginformasikan bahwa pesanan makanan sedang dalam perjalanan atau kendaraan Uber yang dipesan sudah di depan rumah.

Baca juga: Masih Nganggur di Usia 50 Tahun? Buruan, BUMN Ini Buka Lowongan

Twilio didirikan Jeff pada Maret 2008 dan bermarkas di Sanfransisco, Amerika Serikat. Bermula dari sebuah startup Twilio kini telah berkembang dan melayani 240.000 bisnis di seluruh dunia. Mengutip macroaxis.com, nilai perusahaan (current valuation) Twilio menembus USD58,5 miliar atau sekitar Rp830 triliun.

Menjadi sebesar seperti sekarang, tentu banyak rintangan yang mengadang Twilio. Pada 2017 perusahaan mengalami kemuduran siginifikan, ketika Uber mengumumkan akan memotong pengeluarannya kepada Twilio.

Jeff mengatakan bahwa episode itu mengajarinya banyak hal sebagai CEO. Kondisi itu memengaruhi cara dia memecahkan masalah perusahaannya saat itu dan masalah-masalah yang akan datang di kemudian hari.

"Ini adalah faktor penting bagi investor. Kami mengungkapkannya saat rapat dan saham kami mendapat pukulan besar. Saya pikir turun 40% dalam satu hari," katanya kepada BBC, Rabu (29/9/2021).

Dalam kondisi tertekan, Jeff tergoda untuk melampiaskannya dengan menyalahkan karyawan yang bertugas membujuk Uber mempertahankan pengeluaran mereka untuk layanan Twilio. Langkah sebaliknya justru diambil Jeff. Dia memulai proses yang sekarang disebut "the blameless post-mortem".

Itu adalah metode untuk menilisik kesalahan pada sistem perusahaan, bukan mencari-cari kesalahan individu atau karyawan. Blameless post-mortem membuat tim untuk melihat lebih dalam dari sebuah insiden untuk mencari tahu apa yang terjadi? Mengapa bisa terjadi? Bagaimana meresponsnya? Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah insiden berulang dan meningkatkan respons di masa mendatang?

Blameless post-mortem melakukan semua ini tanpa ada permainan saling menyalahkan. Dalam Blameless post-mortem diasumsikan bahwa setiap tim dan karyawan bertindak dengan niat terbaik berdasarkan informasi yang mereka miliki saat itu. Alih-alih mengidentifikas dan menghukum, siapa pun yang mengacau (bisa) dianggap tidak bersalah.

Dengan metode itu, Jeff kemudian menemukan satu persoalan besar yang ada di dalam perusahaannya.

"Kami menemukan bahwa masalah sebenarnya adalah kami kekurangan staf penjualan. Uber telah berkembang sangat cepat, tetapi tenaga penjual tidak memiliki cukup waktu untuk mengurus klien dengan baik," jelas Jeff.

Menurut Jeff, jika Twilio memiliki tim penjualan yang lebih besar, mereka akan lebih sering berbicara dengan Uber. Alhasil akan mengatasi masalah mereka dengan layanan Twilio.

"Mereka hanya satu akun dari sekitar tiga puluh yang dimiliki penjual ini. Uber seharusnya memiliki manajer akun khusus," tegas Jeff.

Alih-alih memecat wiraniaga yang dianggap gagal, Jeff justru menganggap insiden itu sebagai isyarat untuk meningkatkan staf penjualannya sehingga tidak ada yang kewalahan.

Sejak episode itu, Twilio telah berkembang lebih dari lima kali lipat dan mempekerjakan 5.500 orang di seluruh dunia. Jeff menempatkan sebagian besar pertumbuhan itu atas kebijakan perusahaan yang berkelanjutan dari pemeriksaan tanpa cela ketika kesalahan terjadi.

Baca juga: Menlu Retno: 13.000 Senjata Nuklir Jadi Ancaman Keamanan Dunia

"Setiap karyawan akan membuat kesalahan. Itu tidak bisa dihindari. Sebagai pemimpin, kita harus membangun sistem agar kesalahan tidak menimbulkan bencana. Jika Anda telah menciptakan sistem kemudian satu orang dapat merusak seluruh perusahaan, maka Anda sebagai pemimpin yang bersalah," Tutup Jeff.

Berkat prinsip itulah, Jeff kini masuk ke dalam daftar miliarder Forbes. Kekayaannya mencapai USD2,1 miliar atau Rp29,8 triliun.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?
CEO Finnet Mendorong...
CEO Finnet Mendorong CSR Jadi Pilar Memperluas Layanan Pembayaran Digital
Daftar Teratas Keluarga...
Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
PT GLI Bantah Giorgio...
PT GLI Bantah Giorgio Antonio CEO dan Pemilik Perusahaan, Ini Klarifikasi Lengkapnya!
Rekomendasi
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Berita Terkini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved