Survei Cigna: Indeks Persepsi Kesejahteraan Indonesia 2021 Turun
Kamis, 30 September 2021 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyebutkan, sejak Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret 2020 lalu mengumumkan bahwa Covid-19 menjadi pandemi global, hal tersebut sontak berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan, termasuk persepsi kesejahteraan.
Menurut dia, kondisi pandemi itu memaksa seluruh dunia beradaptasi dengan tantangan yang ada. Hal tersebut tercermin dari hasil survei di mana pandemi memberikan dampak sistemik terhadap kondisi ekonomi, kesehatan, dan sosial masyarakat.
Hasil survei ini mengonfirmasi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan, naiknya jumlah penduduk miskin setahun terakhir ini karena pandemi. BPS mencatat jumlah penduduk miskin secara nasional pada Maret 2021 sebanyak 27,54 juta jiwa atau naik 1,12 juta orang (meningkat 0,36%) dibanding Maret 2020.
Sementara, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyebutkan, hingga Maret 2021, ada 29,4 juta orang terdampak pandemi Covid-19. Jumlah itu termasuk mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah, hingga pengurangan jam kerja dan upah.
Pandemi juga membuat ekonomi mengalami tekanan berat. Pada kuartal II hingga IV 2020 lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di teritori negatif yakni 15,32% di kuartal II, -3,49% di kuartal III, dan -2,19% di kuartal IV. Pelemahan masih berlanjut pada kuartal I-2021 yakni -0,74%, namun pada kuartal II-2021 membaik menjadi 7,07% secara tahunan (year on year/yoy).
Demikian pula data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) perbankan selalu berada di atas 3% sejak Mei 2020, sedangkan nilai kredit perbankan mengalami penurunan. NPL perbankan pada April 2021 sebesar Rp176,48 triliun atau 3,22% dari total kredit yang dikucurkan, yakni Rp5.482,17 triliun.
Tekanan ekonomi itu juga diakui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan, dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan tingkat kemiskinan Indonesia naik dari 9,22 % pada September 2019 menjadi 10,19 % pada September 2020. Namun, dengan pemulihan ekonomi yang terjadi pada kuartal kedua 2021, tingkat kemiskinan mulai menunjukkan perbaikan di 10,14 %. Sri Mulyani menegaskan, pemerintah terus berusaha untuk memulihkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, kondisi pandemi itu memaksa seluruh dunia beradaptasi dengan tantangan yang ada. Hal tersebut tercermin dari hasil survei di mana pandemi memberikan dampak sistemik terhadap kondisi ekonomi, kesehatan, dan sosial masyarakat.
Hasil survei ini mengonfirmasi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan, naiknya jumlah penduduk miskin setahun terakhir ini karena pandemi. BPS mencatat jumlah penduduk miskin secara nasional pada Maret 2021 sebanyak 27,54 juta jiwa atau naik 1,12 juta orang (meningkat 0,36%) dibanding Maret 2020.
Sementara, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyebutkan, hingga Maret 2021, ada 29,4 juta orang terdampak pandemi Covid-19. Jumlah itu termasuk mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah, hingga pengurangan jam kerja dan upah.
Pandemi juga membuat ekonomi mengalami tekanan berat. Pada kuartal II hingga IV 2020 lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di teritori negatif yakni 15,32% di kuartal II, -3,49% di kuartal III, dan -2,19% di kuartal IV. Pelemahan masih berlanjut pada kuartal I-2021 yakni -0,74%, namun pada kuartal II-2021 membaik menjadi 7,07% secara tahunan (year on year/yoy).
Demikian pula data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) perbankan selalu berada di atas 3% sejak Mei 2020, sedangkan nilai kredit perbankan mengalami penurunan. NPL perbankan pada April 2021 sebesar Rp176,48 triliun atau 3,22% dari total kredit yang dikucurkan, yakni Rp5.482,17 triliun.
Tekanan ekonomi itu juga diakui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan, dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan tingkat kemiskinan Indonesia naik dari 9,22 % pada September 2019 menjadi 10,19 % pada September 2020. Namun, dengan pemulihan ekonomi yang terjadi pada kuartal kedua 2021, tingkat kemiskinan mulai menunjukkan perbaikan di 10,14 %. Sri Mulyani menegaskan, pemerintah terus berusaha untuk memulihkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Lihat Juga :