Data Stok Jagung Disebut Tak Valid, Pataka Minta BPS Turun Tangan

Kamis, 30 September 2021 - 14:15 WIB
loading...
A A A
Untuk itu, Pataka menyarankan Kementan untuk menyerahkan data mentah jagung kepada BPS (Badan Pusat Statistik). Hal ini, kata Ali, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo sehingga diharapkan terdapat satu data bidang pertanian.

"BPS bersama pihak Kementan menghitung luas lahan potensi melalui Kerangka Sampel Area (KSA) seperti beras yang juga telah direvisi. Juga BPS dapat menghitung faktor produksi melalui pendekatan kualitas bantuan bibit, bantuan pupuk hingga potensi produksi jagung berdasarkan cuaca dan iklim. Sehingga produksi atau suplai jagung lokal dapat ditentukan dalam negeri berapa," ujarnya.

Dengan begitu, kata dia, jika memang produksi melimpah maka data akan bicara dengan sendirinya. "Kalau memang jagung kurang ya silahkan mau tingkatkan produksi dalam negeri atau impor," tambahnya.

Dia berharap BPS segera mengambil langkah untuk menghitung data jagung sementara, karena untuk menunggu Sensus Tani 2023 masih terlalu lama. Ali menilai BPS dapat menganalisa jagung melalui angka produksi tahun 2010-2015. Pasalnya, BPS tidak merilis data jagung sejak Kementan menyatakan produksi jagung meningkat sejak 2015. Kementan mengklaim produksi jagung dalam negeri meningkat 19,61 juta ton (2015), 23,58 juta ton (2016) dan 28,92 juta ton (2017) hingga tembus 30 juta ton (2018). Padahal menurut BPS, impor melonjak 6,77 juta ton (2015) dan melonjak tajam 9,77 juta ton di tahun berikutnya (2016).

Baca Juga: Terkenal Berperan Jadi Cewek Seksi di Warkop DKI, Begini Kabar 5 Artis Ini Sekarang
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Prabowo-Trump Teken...
Prabowo-Trump Teken Kesepakatan, Ayam hingga Jagung AS Bakal Masuk RI
Mentan Amran Ungkap...
Mentan Amran Ungkap Potensi NTB Jadi Pusat Komoditas Bawang Putih dan Jagung Nasional
Kementan Tetapkan Harga...
Kementan Tetapkan Harga Acuan Telur Ayam Ras Rp24.000/Kg
Panen Raya Jagung Hibrida...
Panen Raya Jagung Hibrida Dekalb Perkuat Upaya Ketahanan Pangan Nasional
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
Rekomendasi
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved