Pengusaha Logistik Minta Aksi Pelindo Tak Berhenti di Merger
Minggu, 03 Oktober 2021 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau bicara pelabuhan ada batasannya, tapi kalau logistik enggak ada batasannya. Jadi jangan berhenti di aksi korporasi, tapi jangka panjang, misalnya Kementerian BUMN memperkuat ketahanan pangan dan energi juga kesehatan. Itu kan harus diperkuat supply chain di Indonesia dan dunia. Berani mengambil aksi yang lebih besar terhadap aktivitas rantai pasok,” paparnya.
Yukki juga menghendaki adanya kolaborasi bersama dengan swasta dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam membangun ekosistem. Jangan sampai justru bersaing dengan perusahaan kecil.
“Kuncinya berkolaborasi besar dengan swasta. Ibaratnya akan besar kalau bisa dilakukan kolaborasi. Jadi merger ini lebih down to earth. Mengajak ekosistem bersama. Banyak Pelindo harus fokus tertentu, tapi UKM juga harus jadi perhatian. Mendukung usaha kecil di lingkungan masing-masing. Perusahaan BUMN memberikan dampak positif terhadap keseluruhan ekosistem, termasuk para UMKM,” ucapnya.
Yukki yang juga menjabat Chairman Asean Freight Forwarder Association (AFFA) itu mengatakan, merger Pelindo juga diharapkan mampu menarik investasi di sektor transportasi, logistik dan kepelabuhan di Indonesia guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi (GDP) nasional bisa di atas 7%, sebagaimana yang dicanangkan pemerintah.
“Dengan merger dan integrasi sistem pelayanannya, Pelindo telah duduk sebagai operator pelabuhan terbesar secara global di posisi delapan besar dari total throughput-nya. Tetapi, ambisi tersebut jangan berhenti di situ saja. Dengan demikian pasca-merger, dampak operasional Pelindo tidak hanya bangga menjadi nomor delapan tapi sepuluh tahun mendatang menjadi lima besar. Itu apa yang terjadi visioner,” tuturnya.
Yukki juga menghendaki adanya kolaborasi bersama dengan swasta dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam membangun ekosistem. Jangan sampai justru bersaing dengan perusahaan kecil.
“Kuncinya berkolaborasi besar dengan swasta. Ibaratnya akan besar kalau bisa dilakukan kolaborasi. Jadi merger ini lebih down to earth. Mengajak ekosistem bersama. Banyak Pelindo harus fokus tertentu, tapi UKM juga harus jadi perhatian. Mendukung usaha kecil di lingkungan masing-masing. Perusahaan BUMN memberikan dampak positif terhadap keseluruhan ekosistem, termasuk para UMKM,” ucapnya.
Yukki yang juga menjabat Chairman Asean Freight Forwarder Association (AFFA) itu mengatakan, merger Pelindo juga diharapkan mampu menarik investasi di sektor transportasi, logistik dan kepelabuhan di Indonesia guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi (GDP) nasional bisa di atas 7%, sebagaimana yang dicanangkan pemerintah.
“Dengan merger dan integrasi sistem pelayanannya, Pelindo telah duduk sebagai operator pelabuhan terbesar secara global di posisi delapan besar dari total throughput-nya. Tetapi, ambisi tersebut jangan berhenti di situ saja. Dengan demikian pasca-merger, dampak operasional Pelindo tidak hanya bangga menjadi nomor delapan tapi sepuluh tahun mendatang menjadi lima besar. Itu apa yang terjadi visioner,” tuturnya.
Lihat Juga :