40 Perusahaan Berencana Rights Issue, Total Nilainya Rp18,91 Triliun

Rabu, 06 Oktober 2021 - 08:56 WIB
loading...
40 Perusahaan Berencana...
BEI mencatat puluhan nama perusahaan tercatat berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat puluhan nama perusahaan tercatat berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue . Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, berdasarkan data BEI per 4 Oktober 2021 terdapat 40 perusahaan tercatat yang berada di pipeline rights issue.

"Total dana yang diperkirakan akan diperoleh melalui rights issue sebesar Rp18,91 triliun," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Kantongi Rp96 Triliun, Rights Issue BRI Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara

Nyoman menambahkan, dari 40 perusahaan tercatat yang ada pipeline rights issue, terdapat sembilan perusahaan yang nilai rights issuenya mencapai lebih dari Rp1 trilliun.

"Enam perusahaan dari sektor financials, satu perusahaan dari sektor healthcare, satu perusahaan dari sektor infrastructures, dan satu perusahaan dari sektor basic materials," kata dia.

Baca Juga: China Mulai Berubah: Bagaimana Regulasi Ketat Beijing Berdampak ke Bisnis

Sedangkan sisanya dengan nilai right issue di bawah Rp1 triliun tersebar di berbagai sektor, di antaranya sembilan perusahaan dari sektor financials, empat perusahaan dari sektor basic materials, consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, energy.

Kemudian, dua perusahaan dari sektor properties & real estates, serta satu perusahaan masing-masing dari sektor healthcare, industrials, teknologi, dan transportation & logistics.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Rekomendasi
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
Berita Terkini
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved