Erick Thohir Kecewa Startup RI Dicaplok Asing
Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:25 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir merasa kecewa lantaran sejumlah startup dalam negeri dicaplok asing. Dimana ternyata Gojek itu dikuasai asing sekarang, Tokopedia dikuasai asing, Bukalapak juga. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir merasa kecewa lantaran sejumlah startup dalam negeri dicaplok asing . Meski tak anti asing, seyogyanya investasi di perusahaan rintisan harus didominasi investor lokal.
Rasa kecewa tersebut diutarakan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga kepada awak media. Menurutnya, banyak startup potensial yang harus dibentuk venture capital. Tercatat BUMN di sektor perbankan telah mendirikan venture capital di sejumlah startup.
"Kita teriak-teriak asing-asing. Sementara satu punya potensi bisa masuk BUMN, jangan marah kalau asing kuasai startup kita, makanya BUMN harus masuk, lima BUMN ini sudah masuk venture capital. Kita ini kecewa, ternyata Gojek itu dikuasai asing sekarang, Tokopedia dikuasai asing, Bukalapak juga, tidak ada investor lokal yang masuk," ujarnya, Rabu (6/10/2021).
Baca Juga: BEI Getol Ajak Startup Buat IPO di Pasar Modal Indonesia
Saat ini pemegang saham terus mendorong investasi perusahaan pelat merah ke dalam unicorn. Sektor-sektor yang dibidik cukup beragam baik fintech, e-commerce, edutech, hingga pertanian.
Di sektor-sektor tersebut sangat potensial bagi BUMN. Karena itu, pemegang saham tak ingin menunggu lama untuk menggelontorkan dana ke dalam saham perusahaan rintisan tersebut.
"Asing saja masuk, berarti peluang besar. Masak kita nunggu-nunggu terus kalau udah besar mereka nilainya gak ada lagi. Kalau terus ketakutan jangan harap startup dimiliki kita, ya dimiliki asing sementara konsumennya kita," tutur dia.
Rasa kecewa tersebut diutarakan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga kepada awak media. Menurutnya, banyak startup potensial yang harus dibentuk venture capital. Tercatat BUMN di sektor perbankan telah mendirikan venture capital di sejumlah startup.
"Kita teriak-teriak asing-asing. Sementara satu punya potensi bisa masuk BUMN, jangan marah kalau asing kuasai startup kita, makanya BUMN harus masuk, lima BUMN ini sudah masuk venture capital. Kita ini kecewa, ternyata Gojek itu dikuasai asing sekarang, Tokopedia dikuasai asing, Bukalapak juga, tidak ada investor lokal yang masuk," ujarnya, Rabu (6/10/2021).
Baca Juga: BEI Getol Ajak Startup Buat IPO di Pasar Modal Indonesia
Saat ini pemegang saham terus mendorong investasi perusahaan pelat merah ke dalam unicorn. Sektor-sektor yang dibidik cukup beragam baik fintech, e-commerce, edutech, hingga pertanian.
Di sektor-sektor tersebut sangat potensial bagi BUMN. Karena itu, pemegang saham tak ingin menunggu lama untuk menggelontorkan dana ke dalam saham perusahaan rintisan tersebut.
"Asing saja masuk, berarti peluang besar. Masak kita nunggu-nunggu terus kalau udah besar mereka nilainya gak ada lagi. Kalau terus ketakutan jangan harap startup dimiliki kita, ya dimiliki asing sementara konsumennya kita," tutur dia.
Lihat Juga :