Dirut Krakatau Steel Bongkar Soal Utang hingga Proyek Mangkrak
Kamis, 07 Oktober 2021 - 08:14 WIB
loading...
Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim buka-bukaan soal meningkatnya utang yang menurutnya terlihat sejak tahun 2011 sampai dengan 2018. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Krakatau Steel , Silmy Karim mengatakan, tren meningkatnya utang dimulai di tahun 2011 sampai dengan 2018. Akumulasi utang Krakatau Steel mencapai Rp31 triliun yang disebabkan beberapa hal salah satunya adalah pengeluaran investasi yang belum menghasilkan sesuai dengan rencana.
Manajemen baru Krakatau Steel berhasil melakukan restrukturisasi utang pada bulan Januari 2020 sehingga beban cicilan dan bunga menjadi lebih ringan guna memperbaiki kinerja keuangan.
“Proyek Blast Furnace diinisiasi pada tahun 2008 dan memasuki masa konstruksi pada tahun 2012, jauh sebelum saya bergabung di Krakatau Steel pada akhir tahun 2018. Manajemen saat ini sudah mendapatkan solusi agar fasilitas atau pabrik yang tadinya mangkrak bisa jadi produktif,” ujar Silmy dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (7/10/2021).
Baca Juga: Terungkap! Ini Dia Pelapor Kasus Korupsi Krakatau Steel ke KPK
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus melakukan pembenahan di seluruh lini dan aktivitas usaha. Adapun proses untuk membenahi Krakatau Steel merupakan usaha bersama dan membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk melihat hasilnya.
Silmy menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah memiliki dua calon mitra strategis, bahkan satu calon sudah menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) dengan Krakatau Steel dan satu mitra lagi sudah menyampaikan surat minat untuk bekerja sama dalam hal Blast Furnace.
"Artinya sudah ada solusi atas proyek Blast Furnace . Kita targetkan Kuartal 3 tahun 2022 akan dioperasikan,” kata dia.
Manajemen baru Krakatau Steel berhasil melakukan restrukturisasi utang pada bulan Januari 2020 sehingga beban cicilan dan bunga menjadi lebih ringan guna memperbaiki kinerja keuangan.
“Proyek Blast Furnace diinisiasi pada tahun 2008 dan memasuki masa konstruksi pada tahun 2012, jauh sebelum saya bergabung di Krakatau Steel pada akhir tahun 2018. Manajemen saat ini sudah mendapatkan solusi agar fasilitas atau pabrik yang tadinya mangkrak bisa jadi produktif,” ujar Silmy dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (7/10/2021).
Baca Juga: Terungkap! Ini Dia Pelapor Kasus Korupsi Krakatau Steel ke KPK
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus melakukan pembenahan di seluruh lini dan aktivitas usaha. Adapun proses untuk membenahi Krakatau Steel merupakan usaha bersama dan membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk melihat hasilnya.
Silmy menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah memiliki dua calon mitra strategis, bahkan satu calon sudah menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) dengan Krakatau Steel dan satu mitra lagi sudah menyampaikan surat minat untuk bekerja sama dalam hal Blast Furnace.
"Artinya sudah ada solusi atas proyek Blast Furnace . Kita targetkan Kuartal 3 tahun 2022 akan dioperasikan,” kata dia.
Lihat Juga :