Balapan MotoGP Mandalika Akan Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata NTB
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 18:01 WIB
loading...
KEK Mandalika. Foto/Dok SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai, serentetan ajang bertaraf internasional yang bakal digelar di kawasan Pertamina Mandalika International Street Circuit , Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak signifikan mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Meski demikian, ajang olahraga dunia itu akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut. Sebagai catatan, mulai November 2021 pemerintah akan menggelar Idemitsu Asian Talent Cup di sirkuit Mandalika.
Kegiatan lainnya adalah FIM MiniGP atau World SuperBike yang digelar pada 19 November. Selanjutnya ada MotoGP yang dijadwalkan dilaksanakan pada 11-13 Februari 2022, serta IndonesianGP pada Maret 2022.
Baca juga: Sirkuit Mandalika Resmi Gelar MotoGP 2022, Indonesia Siap-siap Hadirkan Balapan Kelas Dunia
"Tidak signifikan untuk ekonomi nasional karena ekonomi NTB kan relatif kecil ya. Kalau bagi ekonomi NTB tentu besar," kata Huda saat dimintai pendapat, Jumat (8/10/2021).
Huda menjelaskan, ekonomi NTB akan menggeliat selama ajang olahraga itu berlangsung dikarenakan terjadinya peningkatan konsumsi masyarakat, sektor penerbangan, hotel, dan sektor lain mendorong pertumbuhan bisnis pariwisata.
Di sisi lain, dia memandang dari sisi kesehatan masih cukup berisiko, di mana selama ajang berlangsung sangat tinggi laju penularan dan penciptaan klaster-klaster baru Covid-19.
Meski demikian, ajang olahraga dunia itu akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut. Sebagai catatan, mulai November 2021 pemerintah akan menggelar Idemitsu Asian Talent Cup di sirkuit Mandalika.
Kegiatan lainnya adalah FIM MiniGP atau World SuperBike yang digelar pada 19 November. Selanjutnya ada MotoGP yang dijadwalkan dilaksanakan pada 11-13 Februari 2022, serta IndonesianGP pada Maret 2022.
Baca juga: Sirkuit Mandalika Resmi Gelar MotoGP 2022, Indonesia Siap-siap Hadirkan Balapan Kelas Dunia
"Tidak signifikan untuk ekonomi nasional karena ekonomi NTB kan relatif kecil ya. Kalau bagi ekonomi NTB tentu besar," kata Huda saat dimintai pendapat, Jumat (8/10/2021).
Huda menjelaskan, ekonomi NTB akan menggeliat selama ajang olahraga itu berlangsung dikarenakan terjadinya peningkatan konsumsi masyarakat, sektor penerbangan, hotel, dan sektor lain mendorong pertumbuhan bisnis pariwisata.
Di sisi lain, dia memandang dari sisi kesehatan masih cukup berisiko, di mana selama ajang berlangsung sangat tinggi laju penularan dan penciptaan klaster-klaster baru Covid-19.
Lihat Juga :