Masih Adakah Bias Gender dalam Kredit Perbankan?
Selasa, 12 Oktober 2021 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Sesuai data PBB dan WHO, dibandingkan laki-laki, perempuan hidup lebih lama dan mendapatkan pendidikan lebih banyak. Dengan kata lain, kaum perempuan merupakan calon yang menarik untuk layanan keuangan.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nur Komaria mengatakan, sampai saat ini UMKM selalu menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Bisanya, kata Nur, pelaku UMKM perempuan memilih bidang usaha fesyen, makanan, dan kosmetik. Karena memilih sektor tersebut, perempuan dipandang kurang mampu atau harus didampingi oleh pihak lain ketika hendak mengajukan kredit di perbankan.
Padahal dengan kesetaraan gender, baik perempuan atau pun laki-laki, akan memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap ekonomi Indonesia. Hal nyata yang terlihat dari kemajuan UMKM adalah, lapangan pekerjaan.
Ia berharap, ke depan pihak-pihak terkait dapat memberikan literasi keuangan dan literasi digital kepada pelaku UMKM perempuan. Selain itu, pemerintah harus menyediakan data tunggal mengenai UMKM di Tanah Air. Tidak adanya data tunggal menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan gender dalam UMKM.
"Kesetaraan gender bisa memberikan peluang peningkatan produk domestik bruto (PDB) cukup besar bagi Indonesia, yakni sekitar Rp135 miliar," tegasnya.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nur Komaria mengatakan, sampai saat ini UMKM selalu menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Bisanya, kata Nur, pelaku UMKM perempuan memilih bidang usaha fesyen, makanan, dan kosmetik. Karena memilih sektor tersebut, perempuan dipandang kurang mampu atau harus didampingi oleh pihak lain ketika hendak mengajukan kredit di perbankan.
Padahal dengan kesetaraan gender, baik perempuan atau pun laki-laki, akan memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap ekonomi Indonesia. Hal nyata yang terlihat dari kemajuan UMKM adalah, lapangan pekerjaan.
Ia berharap, ke depan pihak-pihak terkait dapat memberikan literasi keuangan dan literasi digital kepada pelaku UMKM perempuan. Selain itu, pemerintah harus menyediakan data tunggal mengenai UMKM di Tanah Air. Tidak adanya data tunggal menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan gender dalam UMKM.
"Kesetaraan gender bisa memberikan peluang peningkatan produk domestik bruto (PDB) cukup besar bagi Indonesia, yakni sekitar Rp135 miliar," tegasnya.
Lihat Juga :