Utang Negara Miskin dan Menengah Makin Berat, Menggunung hingga Rp123 Kuadriliun

Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:33 WIB
loading...
Utang Negara Miskin...
Bank Dunia mengkhawatirkan utang negara-negara miskin yang terus meningkat akibat pandemi Covid-19. FOTO/Ilustras/Reuters/David Gray
A A A
JAKARTA - Bank Dunia atau World Bank mengingatkan bahwa beban utang negara miskin dan negara menengah semakin berat. Adapun kondisi tersebut disebabkan karena pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak 2020.

Diketahui, peningkatan utang negara miskin dan negara menengah melebihi pertumbuhan pendapatan dan juga ekspor. Berdasarkan data statistik utang internasional 2022 yang dirilis World Bank, menunjukkan utang di negara-negara tersebut mencapai USD8,7 triliun di 2020 atau sekitar Rp123 kuadriliun.

Baca Juga: Selamatkan Ekonomi RI, Sri Mulyani Diganjar Penghargaan Internasional

Jika dibandingkan pada 2019, jumlah utang tersebut naik sebesar 5,3 persen. Sementara, aliran utang dari kreditur ke negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah sepanjang 2020 mencapai USD117 miliar.

Untuk menangani utang negara-negara tersebut, Presiden Bank Dunia David Malpass, menggunakan pendekatan komprehensif. Di mana di dalamnya termasuk pengurangan, restrukturisasi yang lebih cepat, dan peningkatan transparansi.

"Utang yang berkelanjutan dan terkelola dengan baik, sangat penting untuk pemulihan ekonomi dan pengurangan kemiskinan," ujar David Malpass melalui keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (12/10/2021).

Kekhawatiran Bank Dunia terhadap utang negara miskin dan berpenghasilan menengah hadir, karena angka yang telah melampaui Pendapatan Nasional Bruto (GNI) dan pertumbuhan ekspor di negara-negara tersebut.

Baca Juga: Dilebur Bareng Bank BRI, Ini Nama Baru Pegadaian

Rasio utang luar negeri terhadap GNI negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah, meningkat 42 persen pada 2020 dari 37 persen di tahun sebelumnya. Selain itu, rasio utang terhadap ekspor, meningkat jadi 154 persen pada 2020 dari 126 persen di 2019.

"Perekonomian di seluruh dunia menghadapi tantangan berat akibat utang yang tinggi dan meningkat signifikan," kata Wakil Presiden Senior dan Kepala Ekonom Bank Dunia Carmen Reinhart.

Carmen menyatakan, bahwa regulator harus mengantisipasi risiko ketika pasar keuangan bergejolak. Khususnya di pasar negara dan ekonomi berkembang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Rekomendasi
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved