Pendapatan Freeport Naik 100 Persen, Erick Thohir Dapat Pujian
Kamis, 14 Oktober 2021 - 21:02 WIB
loading...
Kinerja moncer PT Freeport Indonesia seiring dengan lonjakan pendapatan yang naik hingga 100% dinilai tidak terlepas dari arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kinerja moncer PT Freeport Indonesia seiring dengan lonjakan pendapatan yang naik hingga 100% dinilai tidak terlepas dari arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir . Raihan Freeport ini setelah pemerintah mengakuisi 51% saham melalui perusahaan BUMN PT Inalum atau yang sekarang menjadi MIND ID.
“Dengan kehadiran pemerintah dalam hal ini MIND ID di dalam kepemilikan Freeport Indonesia bisa memberikan kontribusi yang positif dan saya kira ini sebuah capaian yang bagus, saya kira patut kita apresiasi,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan di Jakarta, Rabu (14/10/2021).
Baca Juga: Rebut Freeport dan Rokan, Jokowi Masih Punya Pertanyaan
Mamit menjelaskan sebelum diakuisisi, bagi hasil Freeport kepada negara jumlahnya sedikit. Namun dengan jumlah kepemilikan saham mencapai 51% pemerintah punya hak untuk mengontrol tata kelola, kinerja dan pengawasan terhadap PT Freeport.
“Bagaimanapun dengan kepemilikan saham yang saat ini cukup tinggi (51%) kita harusnya mempunyai suara dalam menentukan tata kelola dan kinerja PT Freeport di Indonesia, dengan demikian fungsi pengawasan terhadap Freeport ini berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Mamit juga mendukung langkah Freeport membangun Smelter yang baru saja dilakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Jawa Timur. Smelter itu nantinya berfungsi tempat pemurnian tembaga yang menghasilkan katoda tembaga, juga pemurnian logam yang menghasilkan emas, perak dan logam berharga lainnya.
“Dengan kehadiran pemerintah dalam hal ini MIND ID di dalam kepemilikan Freeport Indonesia bisa memberikan kontribusi yang positif dan saya kira ini sebuah capaian yang bagus, saya kira patut kita apresiasi,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan di Jakarta, Rabu (14/10/2021).
Baca Juga: Rebut Freeport dan Rokan, Jokowi Masih Punya Pertanyaan
Mamit menjelaskan sebelum diakuisisi, bagi hasil Freeport kepada negara jumlahnya sedikit. Namun dengan jumlah kepemilikan saham mencapai 51% pemerintah punya hak untuk mengontrol tata kelola, kinerja dan pengawasan terhadap PT Freeport.
“Bagaimanapun dengan kepemilikan saham yang saat ini cukup tinggi (51%) kita harusnya mempunyai suara dalam menentukan tata kelola dan kinerja PT Freeport di Indonesia, dengan demikian fungsi pengawasan terhadap Freeport ini berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Mamit juga mendukung langkah Freeport membangun Smelter yang baru saja dilakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Jawa Timur. Smelter itu nantinya berfungsi tempat pemurnian tembaga yang menghasilkan katoda tembaga, juga pemurnian logam yang menghasilkan emas, perak dan logam berharga lainnya.
Lihat Juga :