Bali Buka Pintu Bagi Wisman 19 Negara, Industri Pariwisata Gelar Karpet Merah
Kamis, 14 Oktober 2021 - 23:50 WIB
loading...
Salah satu resor di Bali, The Samaya Seminyak siap menyambut kembali kedatangan wisman dengan menerapkan berbagai protokol baru dan pelayanan kesehatan yang ditingkatkan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pembukaan bandara Ngurah Rai di Bali untuk penerbangan internasional mulai hari ini menjadi penanda bahwa Pulau Dewata sudah siap untuk kembali menyambut kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) .
Turis asing dibolehkan berwisata di Pulau Bali dengan menaati peraturan yang berlaku seperti penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat, aturan terkait status vaksinasi, dan ketentuan karantina.
Meskipun belum ada permintaan pendaratan pesawat dari luar negeri ke bandara Ngurah Rai, yang berarti belum akan ada wisman yang datang ke Bali dalam waktu dekat, pelaku industri pariwisata dan perhotelan di Bali tetap antusias menyambut pembukaan ini. Terlebih, pemerintah mengizinkan wisman dari 19 negara untuk masuk ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri).
"Kami menyambut positif, karena kita memang harus memulai dan bergerak meskipun masih terbatas negaranya dan masih harus karantina juga. Mudah-mudahan ini bisa menjadi semacam percobaan dan bisa sukses supaya orang luar juga melihat bahwa destinasi di sini siap menyambut wisman," ujar General Manager Pacto PT Bali Prima Holidays Rika Larasati kepada SINDOnews, dikutip Kamis (14/10/2021).
Baca juga: Luhut Umumkan Bali dan Kepri Buka Pintu untuk Turis dari 19 Negara
Menurut Rika, di tengah kondisi pandemi yang belum usai, pihaknya tetap menerima permintaan kunjungan wisata dari pasar mancanegara meskipun waktu kunjungan belum bisa dipastikan karena melihat perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.
"Untuk market inbound (wisman masuk Indonesia) rata-rata bookingan itu untuk bulan Desember dan setelahnya. Untuk group tour kami mulai terima untuk Maret 2022 dan bulan setelahnya. Market Pacto untuk inbound itu kebanyakan Eropa, India, Amerika," bebernya. "Jadi, statusnya masih menunggu, tapi pada prinsipnya kami di industri pariwisata dan travel siap," tegas Rika.
Turis asing dibolehkan berwisata di Pulau Bali dengan menaati peraturan yang berlaku seperti penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat, aturan terkait status vaksinasi, dan ketentuan karantina.
Meskipun belum ada permintaan pendaratan pesawat dari luar negeri ke bandara Ngurah Rai, yang berarti belum akan ada wisman yang datang ke Bali dalam waktu dekat, pelaku industri pariwisata dan perhotelan di Bali tetap antusias menyambut pembukaan ini. Terlebih, pemerintah mengizinkan wisman dari 19 negara untuk masuk ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri).
"Kami menyambut positif, karena kita memang harus memulai dan bergerak meskipun masih terbatas negaranya dan masih harus karantina juga. Mudah-mudahan ini bisa menjadi semacam percobaan dan bisa sukses supaya orang luar juga melihat bahwa destinasi di sini siap menyambut wisman," ujar General Manager Pacto PT Bali Prima Holidays Rika Larasati kepada SINDOnews, dikutip Kamis (14/10/2021).
Baca juga: Luhut Umumkan Bali dan Kepri Buka Pintu untuk Turis dari 19 Negara
Menurut Rika, di tengah kondisi pandemi yang belum usai, pihaknya tetap menerima permintaan kunjungan wisata dari pasar mancanegara meskipun waktu kunjungan belum bisa dipastikan karena melihat perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.
"Untuk market inbound (wisman masuk Indonesia) rata-rata bookingan itu untuk bulan Desember dan setelahnya. Untuk group tour kami mulai terima untuk Maret 2022 dan bulan setelahnya. Market Pacto untuk inbound itu kebanyakan Eropa, India, Amerika," bebernya. "Jadi, statusnya masih menunggu, tapi pada prinsipnya kami di industri pariwisata dan travel siap," tegas Rika.
Lihat Juga :