Sambangi Kantor Perusahaan Eks VOC Belanda, Bahlil Tagih Rencana Investasi Pala di Papua Barat
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
Senada, Michel Driessen mencatat, model bisnis yang biasa dijalankan pihaknya yaitu bekerja sama dengan mitra lokal pemilik lahan perkebunan, bukan menjadi pemilik lahan. Verstegen nantinya akan lebih fokus pada pendistribusian produk, pelatihan petani lokal, serta transfer pengetahuan.
Baca juga: Perusahaan Belanda Minat Kembangkan Industri Pala Senilai Rp4,2 T di Papua
“Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Investasi/BKPM dan siap bekerja sama. Selanjutnya, kami akan segera mengirimkan tim ke Fakfak untuk mempelajari seluruh detail proposal yang ditawarkan, termasuk estimasi biaya, kemungkinan kemitraan, proses pascapanen, dan lain-lain,” urainya.
Pengembangan industri rempah-rempah terintegrasi perkebunan pala ini nantinya dapat mengamankan kedua sisi, yaitu pasokan (supply) dan permintaan pasar internasional (demand) atas rempah-rempah asal Indonesia.
Berdasarkan data yang ada pada Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) asal Belanda pada periode Semester I (Januari-Juli) 2021 tercatat sebesar USD1,3 miliar dan menempati peringkat ke-4 setelah Singapura, Hongkong, dan China.
Baca juga: Perusahaan Belanda Minat Kembangkan Industri Pala Senilai Rp4,2 T di Papua
“Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Investasi/BKPM dan siap bekerja sama. Selanjutnya, kami akan segera mengirimkan tim ke Fakfak untuk mempelajari seluruh detail proposal yang ditawarkan, termasuk estimasi biaya, kemungkinan kemitraan, proses pascapanen, dan lain-lain,” urainya.
Pengembangan industri rempah-rempah terintegrasi perkebunan pala ini nantinya dapat mengamankan kedua sisi, yaitu pasokan (supply) dan permintaan pasar internasional (demand) atas rempah-rempah asal Indonesia.
Berdasarkan data yang ada pada Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) asal Belanda pada periode Semester I (Januari-Juli) 2021 tercatat sebesar USD1,3 miliar dan menempati peringkat ke-4 setelah Singapura, Hongkong, dan China.
(ind)
Lihat Juga :