Teten: Cari Keuntungan yang Merusak Lingkungan Harus Kita Tinggalkan
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 23:16 WIB
loading...
A
A
A
Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, mencatat pentingnya percepatan transformasi digital di Indonesia.
“Kemitraan kami dengan UNDP dan Kementerian Koperasi dan UKM telah membantu kami memahami manfaat digitalisasi bagi masyarakat. Kolaborasi ini dapat membantu menginformasikan sektor UMKM tentang praktik terbaik untuk menghadapi tantangan di masa depan, berapapun besarnya. Kami bangga mempersembahkan studi bersama ini yang kami harap dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan untuk memanfaatkan peluang dalam digitalisasi dan praktik usaha ramah lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenperin Cetak Desainer Fesyen dan Kriya Ramah Lingkungan juga Inklusif
Ekonom Senior UNDP Indonesia, Rima Prama Artha mengatakan, keinginan dari UMKM untuk praktik inklusi dan green bisnis sangat tinggi. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan UNDP pada Agustus, hampir 90% pelaku UMKM setuju dengan adanya green bisnis dan inklusi.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih belum banyak yang belum mengimplementasikan, terutama praktik inklusi. "Banyak mereka merasa terlalu kecil untuk menyebabkan dampak sehingga enggan melakukan praktik ini. Mereka juga belum sepenuhnya sadar keuntungan dua praktik baik ini," kata Rima.
Rima menambahkan, dalam meningkatkan partisipasi praktik ramah lingkungan dan inklusi, pelaku UMKM menyebutkan beberapa hal, diantaranya peningkatan kapasitas melalui workshop. Untuk praktik ramah lingkungan, pelaku UMKM meminta pengembangan fasilitas pemilahan sampah dan bantuan sertifikat ramah lingkungan bagi bisnis mereka sehingga usaha menjadi lebih optimal.
“Kemitraan kami dengan UNDP dan Kementerian Koperasi dan UKM telah membantu kami memahami manfaat digitalisasi bagi masyarakat. Kolaborasi ini dapat membantu menginformasikan sektor UMKM tentang praktik terbaik untuk menghadapi tantangan di masa depan, berapapun besarnya. Kami bangga mempersembahkan studi bersama ini yang kami harap dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan untuk memanfaatkan peluang dalam digitalisasi dan praktik usaha ramah lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenperin Cetak Desainer Fesyen dan Kriya Ramah Lingkungan juga Inklusif
Ekonom Senior UNDP Indonesia, Rima Prama Artha mengatakan, keinginan dari UMKM untuk praktik inklusi dan green bisnis sangat tinggi. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan UNDP pada Agustus, hampir 90% pelaku UMKM setuju dengan adanya green bisnis dan inklusi.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih belum banyak yang belum mengimplementasikan, terutama praktik inklusi. "Banyak mereka merasa terlalu kecil untuk menyebabkan dampak sehingga enggan melakukan praktik ini. Mereka juga belum sepenuhnya sadar keuntungan dua praktik baik ini," kata Rima.
Rima menambahkan, dalam meningkatkan partisipasi praktik ramah lingkungan dan inklusi, pelaku UMKM menyebutkan beberapa hal, diantaranya peningkatan kapasitas melalui workshop. Untuk praktik ramah lingkungan, pelaku UMKM meminta pengembangan fasilitas pemilahan sampah dan bantuan sertifikat ramah lingkungan bagi bisnis mereka sehingga usaha menjadi lebih optimal.
(akr)
Lihat Juga :