Teten: Cari Keuntungan yang Merusak Lingkungan Harus Kita Tinggalkan

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 23:16 WIB
Teten: Cari Keuntungan yang Merusak Lingkungan Harus Kita Tinggalkan
Sekitar 95% Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menyatakan, minatnya pada praktik-praktik usaha ramah lingkungan, dengan usaha milik perempuan menunjukkan minat yang lebih kuat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sekitar 95% Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ) menyatakan, minatnya pada praktik-praktik usaha ramah lingkungan , dengan usaha milik perempuan menunjukkan minat yang lebih kuat. Hal ini tertangkap dalam survei terkait pandemi dan praktik usaha ramah lingkungan oleh United Nations Development Programme (UNDP), Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia, serta Indosat Ooredoo.

Baca Juga: Terbuat dari Kertas Daur Ulang, Kemasan Eco Friendly Dinilai Lebih Ramah Lingkungan

Survei tersebut juga mengungkapkan hasil yang menjanjikan terkait potensi usaha ramah lingkungan di Indonesia. Sebanyak 90% lainnya mengatakan mereka tertarik untuk menerapkan praktik usaha inklusif, yang merupakan komponen penting dari agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

Survei dilakukan secara daring dengan menyebarkan pesan singkat (SMS) berisi link survei yang dikirimkan oleh Indosat Ooredoo kepada target responden dari sektor UMKM di seluruh Indonesia.



Sekitar 3.000 UMKM berpartisipasi dalam survei yang berisi 58 pertanyaan tentang dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor UMKM, khususnya pada bulan-bulan awal pandemi di tahun 2020 dan selama masa pemberlakuan PPKM darurat di Indonesia pada bulan Juli dan Agustus tahun 2021.

Pertanyaan difokuskan pada permintaan terhadap produk, keuntungan selama masa awal pandemi di bulan Maret hingga Juni tahun 2020 dan membandingkan temuan serupa selama periode PPKM darurat yang diterapkan pada bulan Juli dan Agustus tahun 2021. Pertanyaan juga berfokus pada potensi usaha ramah lingkungan dan digitalisasi di Indonesia.

Survei tersebut juga menemukan bahwa beberapa UMKM mengalami kerugian lebih dari 50% antara bulan-bulan awal pandemi pada 2020 dan PPKM darurat pada pertengahan tahun 2021, khususnya di provinsi Jawa dan Bali.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, Teten Masduki yang hadir sebagai pembicara kunci dalam webinar “UMKM Indonesia di Tengah Pandemi dan Potensi untuk Pemulihan Usaha Ramah Lingkungan dan Inklusif” meminta UMKM untuk mengadopsi praktik usaha ramah lingkungan serta berkelanjutan.

“Langkah-langkah mencari keuntungan yang merusak lingkungan harus kita tinggalkan. Kegiatan ekonomi termasuk produksi, konsumsi dan distribusi harus memprioritaskan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia dalam jangka panjang,” kata Teten
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2126 seconds (11.97#12.26)