90% Pertemuan Batal Imbas Corona, Kemenparekraf Prioritaskan MICE di New Normal
Rabu, 03 Juni 2020 - 12:41 WIB
loading...
Kemenparekraf akan mendorong MICE dalam negeri sebagai strategi peningkatan industri dalam situasi tatanan normal baru pascapandemi Covid-19. Foto/Dok Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) akan mendorong penyelenggaraan industri Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran atau MICE dalam negeri sebagai strategi peningkatan industri dalam situasi tatanan normal baru (new normal) pascapandemi Covid-19. Adapun penyelenggaraan kegiatan MICE akan memadukan antara event secara online dan offline.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Event Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani mengatakan, industri MICE memegang peranan penting dalam pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) tanah air.
Data dari Event Industri Council pada 2018 menyebutkan, tahun 2017 industri MICE di Indonesia menghasilkan PDB total USD7,8 miliar dan menciptakan 278.000 lapangan pekerjaan.
"Wisatawan MICE memiliki tingkat rata-rata lama tinggal dan ASPA (Average Spending per Arrival) lebih tinggi dibanding wisatawan leisure. Wisatawan MICE rata-rata punya kemampuan pengeluaran USD2.000 per hari dengan rata-rata lama menginap selama lima hari," kata Rizki Handayani dalam keterangannya, Rabu (3/6/2020).
Kendati demikian, kondisi itu belakangan berubah seiring pandemi Covid-19 yang juga memukul industri MICE. Pandemi ini berdampak kuat terhadap penyesuaian dalam penyelenggaraan pertemuan internasional baik pembatalan, penundaan, perubahan lokasi, dan sebagainya. Asia Pasifik tercatat sebagai kawasan yang paling terdampak.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Event Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani mengatakan, industri MICE memegang peranan penting dalam pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) tanah air.
Data dari Event Industri Council pada 2018 menyebutkan, tahun 2017 industri MICE di Indonesia menghasilkan PDB total USD7,8 miliar dan menciptakan 278.000 lapangan pekerjaan.
"Wisatawan MICE memiliki tingkat rata-rata lama tinggal dan ASPA (Average Spending per Arrival) lebih tinggi dibanding wisatawan leisure. Wisatawan MICE rata-rata punya kemampuan pengeluaran USD2.000 per hari dengan rata-rata lama menginap selama lima hari," kata Rizki Handayani dalam keterangannya, Rabu (3/6/2020).
Kendati demikian, kondisi itu belakangan berubah seiring pandemi Covid-19 yang juga memukul industri MICE. Pandemi ini berdampak kuat terhadap penyesuaian dalam penyelenggaraan pertemuan internasional baik pembatalan, penundaan, perubahan lokasi, dan sebagainya. Asia Pasifik tercatat sebagai kawasan yang paling terdampak.
Lihat Juga :