Adhi Karya Kejar Target Kontrak Baru Rp25 Triliun di 2021
Senin, 18 Oktober 2021 - 13:55 WIB
loading...
Adhi Karya optimistis target kontrak baru senilai Rp25 triliun tercapai tahun ini. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Adhi Karya optimistis target kontrak baru senilai Rp25 triliun tercapai tahun ini. Tercatat hingga akhir September 2021 nilai kontrak emiten dengan kode saham ADHI ini berhasil tumbuh signifikan.
"Saat ini Perseroan tengah mengikuti sejumlah proses tender untuk merealisasikan target kontrak baru," Corporate Secretary Adhi Karya, Farid Budiyanto Dikutip dari IDX 1st Session Closing, Senin (18/10/2021).
Baca Juga: Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun per Juni 2021
Berdasarkan laporan perusahaan, hingga kuartal III 2021 ADHI berhasil mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp11,3 triliun. Angka ini meningkat 82,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,2 triliun.
Dari sisi pekerjaan, proyek gedung berkontribusi 26,8 persen terhadap perolehan kontrak baru Adhi Karya. Lalu, proyek jalan dan jembatan sebesar 31,3 persen, proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalur kereta api, dan proyek energi, serta proyek lainnya sebesar 33,3 persen, sisanya sebesar 8,2 persen berasal dari tipe pengerjaan properti.
"Saat ini Perseroan tengah mengikuti sejumlah proses tender untuk merealisasikan target kontrak baru," Corporate Secretary Adhi Karya, Farid Budiyanto Dikutip dari IDX 1st Session Closing, Senin (18/10/2021).
Baca Juga: Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun per Juni 2021
Berdasarkan laporan perusahaan, hingga kuartal III 2021 ADHI berhasil mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp11,3 triliun. Angka ini meningkat 82,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,2 triliun.
Dari sisi pekerjaan, proyek gedung berkontribusi 26,8 persen terhadap perolehan kontrak baru Adhi Karya. Lalu, proyek jalan dan jembatan sebesar 31,3 persen, proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalur kereta api, dan proyek energi, serta proyek lainnya sebesar 33,3 persen, sisanya sebesar 8,2 persen berasal dari tipe pengerjaan properti.
Lihat Juga :