Menakar Untung Rugi Lonjakan Harga Batu Bara Bagi Indonesia

Senin, 18 Oktober 2021 - 19:50 WIB
loading...
Menakar Untung Rugi...
Harga batu bara global terus mengalami kenaikan signifikan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Harga batu bara global terus mengalami kenaikan signifikan seiring meningkatnya permintaan global dalam setahun terakhir. Hal ini tentunya berdampak kepada negara-negara penghasil emas hitam tersebut, termasuk Indonesia.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, bagi pengusaha, naiknya harga batu bara di pasar ekspor akan sangat menguntungkan. Bahkan, berdasarkan laporan keuangan emiten hampir semua perusahaan batu bara berada dalam posisi yang cukup bagus sehingga diperkirakan hingga akhir tahun 2021 ini akan berada dalam posisi yang positif.

Kenaikan harga batu bara ini juga berdampak positif pada industri penunjang batu bara seperti jasa pengangkutan, kapal tongkang, industri alat berat. "Kegiatan-kegiatan tersebut terus berlangsung bahkan terus meningkat seiring dengan permintaan global yang semakin banyak, maka secara otomatis pergerakan kapal tongkang ini akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan," ujarnya dalam sebuah diskusi, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Krisis Energi Dimana-mana, Harga Batu Bara Global Meroket 276%

Sementara bagi pemerintah, kenaikan harga batu bara ini akan mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor minerba. Apalagi batu bara masih menjadi andalan pemasukan negara dari sektor minerba.

"Apalagi batu bara sebagai penyumbang 80% dari PNBP sektor minerba. Ini secara otomatis menjadi peluang bagi pemerintah untuk mengejar PNBP di sektor minerba sepanjang 2021," tuturnya.

Di sisi lain, naiknya harga batu bara ini ada kekhawatiran akan memengaruhi pasokan batu bara di dalam negeri. Disparitas harga yang tinggi akan membuat perusahaan batu bara lebih memilih menjual ke luar alias ekspor daripada di dalam negeri.

"Saat ini listrik ini sudah jadi kebutuhan energi primer dan kita tahu juga bahwa pembangkit saat ini 90% menggunakan batu bara sebagai energi primer. Tapi dengan adanya Domestic Market Obligation (DMO), saya kira ini menjadi keharusan bagi pengusaha batu bara," jelas Mamit.

Baca juga: Krisis Energi di Mana-mana, Waspada Dampak Buruk ke RI

Menurut Mamit, harga DMO batu bara saat ini sebisa mungkin tidak terlalu memberatkan PLN. Jika harga DMO terlalu tinggi maka akan berdampak pada masyarakat karena ada kenaikan biaya pokok produksi. Secara otomatis PLN akan membebankan pada masyarakat maupun negara ketika tarif dasar listrik tidak naik.

"Saya kira sebisa mungkin jangan memberatkan masyarakat dengan adanya kenaikan dan beban tambahan. Kita harus mencari win-win solution di tengah kondisi yang sedang pulih di mana pertumbuhan energi sedang tumbuh dan perekonomi juga mulai bergerak," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
DDPI Group Raih Sejumlah...
DDPI Group Raih Sejumlah Penghargaan di TOP CSR Awards 2026
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
AKLI Siap Dukung Percepatan...
AKLI Siap Dukung Percepatan Pengembangan Energi Listrik Nasional
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Rekomendasi
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Berita Terkini
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved