Gantikan Garuda atau Tidak, Pelita Air Siap Turun Gelanggang

Rabu, 20 Oktober 2021 - 12:00 WIB
loading...
Gantikan Garuda atau...
Kementerian BUMN berencana mengalihkan status flag carrier penerbangan nasional ke Pelita Air. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Komisaris utama PT Pelita Air Service, Michael Umbas, angkat bicara soal wacana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bakal mengalihkan flag carrier penerbangan nasional ke Pelita Air milik Pertamina. Kabar yang beredar bahwa Pelita Air akan menggantikan Garuda yang terlillit utang.

Menurut Michael Umbas wacana itu menjadi salah satu peluang menarik bagi Pelita Air.

Baca juga: Pelita Air Dikabarkan Gantikan Garuda Indonesia, Begini Respons Kemenhub

"Terkait penerbangan niaga berjadwal tentu menjadi salah satu peluang bisnis yang menarik bagi Pelita Air. Dan opportunity ini sah-sah saja secara bisnis, apalagi jika didukung oleh pemegang saham," ujar Michael kepada MNC Portal, Rabu (20/10/2021).

Ia mengungkapkan bahwa meski Garuda dalam kondisi baik-baik saja, Pelita Air telah memliki rencana untuk bermain di penerbangan berjadwal. Meskipun untuk hal itu, Pelita air akan melakukan kajian bisnis terlebih dahulu.

"Apakah ada masalah kondisi Garuda ataupun tidak, Pelita Air sudah melihat peluang bermain di penerbangan berjadwal meskipun akan melakukan kajian bisnis secara cermat terlebih dahulu," terangnya.

Ia menegaskan bahwa Pelita Air saat ini telah memiliki banyak pengalaman penerbangan. Tak hanya sebagai airlines charter dengan pengalaman di oil and gas serta government special mission, tetapi ada juga histori terbang berjadwal.

"Kondisinya cukup baik dan mampu bertahan hampir 58 tahun dan menjadi perusahaan aviasi nasional tertua setelah Garuda Indonesia. Kalaupun toh nanti jadi national flight carrier, why not, everything is possible," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN membuka opsi untuk memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) yang merugi USD2,44 miliar. Tindakan tersebut dilakukan bila proses restrukturisasi utang dengan kreditur menemui jalan buntu.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut, utang Garuda Indonesia tercatat jumbo dan tidak dapat diselamatkan hanya melalui penyertaan modal negara (PMN).

Baca juga: Tampil Ganteng Seperti Boy, Ini BMW dengan Harga di Bawah Rp100 Juta

Meski demikian, upaya restrukturisasi utang dengan kreditur dan perusahaan penyewa pesawat (lessor) masih ditempuh pemegang saham.

"Kalau mentok (restrukturisasi) ya kita tutup. Tidak mungkin kita berikan penyertaan modal negara karena nilai utangnya terlalu besar,” ujar Kartika.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Garuda Indonesia Tatap...
Garuda Indonesia Tatap Fase Turnaround 2026: Suntikan Modal Rp23,7 Triliun Jadi Amunisi
Perluas Kerja Sama,...
Perluas Kerja Sama, GDPS Berangkatkan Tenaga Profesional Aviasi ke Arab Saudi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Gelar Mudik Gratis,...
Gelar Mudik Gratis, ADHI Berangkatkan 100 Ribu Lebih Pemudik ke Berbagai Daerah
Rekomendasi
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Bikin Momen Kumpul Keluarga...
Bikin Momen Kumpul Keluarga di Rumah Makin Seru dengan Inspirasi Kegiatan ala Shopee
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Berita Terkini
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Infografis
Jenderal London: Tentara...
Jenderal London: Tentara Inggris Tidak Siap Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved