Jokowi Ingin Daerah Fokus pada Produk Unggulannya, Jangan Latah!

Rabu, 20 Oktober 2021 - 15:37 WIB
loading...
Jokowi Ingin Daerah...
Jokowi ingin daerah tak latah menanam pohon yang menjadi komoditas unggulan daerah lain. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengingatkan pemerintah daerah (pemda) untuk fokus pada produk atau komoditas unggulannya. Setiap daerah mempunyai perbedaan dalam pengembangannya sehingga jangan sampai disama-samakan dan membawa efek negatif.

Demikian disampaikan Jokowi saat membuka APKASI Otonomi Expo 2021 di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/10/2021). Acara ini dihadiri oleh bupati dari seluruh Indonesia yang terbagi dalam medium luring dan daring.

Baca juga: 2 Tahun Pemerintahan Jokowi, Masyarakat Dinilai Makin Dewasa Memilah Isu

"Perdagangan antardaerah, antarpulau harus terus dikembangkan. Sebaiknya daerah fokus pada produk unggulannya, jangan semua dikerjain. Sehingga nanti ke depan bisa menopang," ucapnya dilihat dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Jokowi tak ingin daerah "latah" dalam pengembangan komoditasnya. Misalnya, daerah yang satu berhasil dalam panen kelapa sawit. Kemudian daerah lainnya ikut-ikutan menanam pohon yang sama.

Namun jika daerah tersebut anjlok harga sawitnya, maka daerah yang meniru itu pun bernasib sama. Hal inilah yang ingin dihindari oleh Jokowi.

Baca juga: Jakarta PPKM Level 2, DKI Targetkan Lagi 1.000 Sekolah Terapkan PTM

"Kita ini kan senengnya latah, karet ramai, semua nanem karet, sawit ramai, semua nanem sawit, sawit ambruk semua juga ambruk, karet harganya jatuh semua juga ikut jatuh. Jangan seperti itu. Setiap daerah saya ingatkan perlu fokus pada produk unggulannya karena ketidakpastian tadi," tandas Jokowi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Gap Dagang Puluhan Miliar...
Gap Dagang Puluhan Miliar Dolar dengan AS-China di Balik Pembentukan BUMN Khusus Ekspor DSI
DSI Didukung Ciptakan...
DSI Didukung Ciptakan Kemandirian Indonesia lewat Tata Kelola SDA
Menko Airlangga Tepis...
Menko Airlangga Tepis Penundaan Ekspor Komoditas via Danantara: Tetap 1 Juni 2026
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Roy Suryo Klaim Tak...
Roy Suryo Klaim Tak Rusak Dokumen Ijazah Jokowi: Sampai Sekarang Masih Bisa Diakses Publik
Rekomendasi
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Berita Terkini
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai Hari Ini
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved