Dongkrak Penjualan 452% lewat Virtual Franchise

Rabu, 20 Oktober 2021 - 21:13 WIB
loading...
Dongkrak Penjualan 452%...
Social commerce merupakan salah satu program dalam produk Virtual Franchise TADA. Virtual franchise ini memungkinkan pelaku bisnis untuk merekrut reseller sebagai franchise melalui sebuah aplikasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Social commerce merupakan salah satu program dalam produk Virtual Franchise TADA. Virtual franchise ini memungkinkan pelaku bisnis untuk merekrut reseller sebagai franchise melalui sebuah aplikasi. Reseller akan mempromosikan dan menjual produk di katalog suatu brand, bahkan merekrut orang baru untuk mendapat komisi.

L’Oreal menjadi salah satu yang memutuskan untuk mengaplikasikan program Virtual Franchise TADA berupa Social Commerce dalam membantu para pihak salon atau partner mereka untuk meningkatkan pertumbuhan sales.

Baca Juga: Mau Cuan Ikutan Bisnis Franchise Thai Tea? Simak Caranya

Sebagai perusahaan fast-moving consumer goods terdepan di Indonesia, kiprah L’Oreal di market Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Selama satu dekade terakhir, L'Oréal telah berhasil dan konsisten mencapai performa bisnis yang lebih tinggi dari perkembangan pasar.

Pada tahun 2014 L'Oréal Group menempati peringkat ke-172 dalam daftar Global 2000, sebuah daftar perusahaan terbesar di dunia yang diperingkat oleh majalah bisnis Forbes, dengan total nilai pasar (market value) USD98,7 juta dan total aset sebesar USD43,1 juta.

Perjalanan L'Oréal bersama TADA dimulai pada Oktober 2020 dan berhasil mendapatkan 468% kenaikan pendapatan dari program social commerce. Kerjasama ini berangkat dari kegelisahan terhadap alpanya platform online yang menyediakan produk L'Oréal Professional dan Matrix tanpa pihak salon harus membeli.

Terlebih selama masa pandemi, perubahan secara drastis terjadi terhadap cash flow, namun para pengusaha salon tetap harus mencari solusi untuk menghidupi usaha dan karyawannya. Hingga L'Oréal memutuskan memilih Virtual Franchise TADA.

Kesuksesan program ini bergantung pada word of mouth marketing, yang TADA percayai sebagai metode penjualan yang paling ampuh untuk meningkatkan pertumbuhan sales. Terutama dengan bertumbuhnya pengguna serta waktu pakai sosial media saat ini.

Secara sederhana prosesnya akan seperti berikut:

Brand mengizinkan reseller membantu menjual produk.
Resellers menjual melalui chat/media sosial dengan link.
Brand mengelola penyimpanan barang dan mengirim produk pada pembeli.

Bagaimana Virtual Franchise TADA membantu L'Oréal untuk mencapai tujuan?

Virtual franchise memberikan kesempatan kepada L'Oréal untuk membangun brand advocate melalui para reseller mereka. Dalam proses ini, semua pihak mulai dari pihak brand, reseller, hingga pembeli akan mendapatkan keuntungan.

Reseller akan mendapat pembagian hasil setelah orang yang mereka kirimkan link referral itu membeli produk L'Oréal. Tak hanya itu, pembeli juga mendapat keuntungan karena harga yang mereka bayar lebih murah.

TADA memungkinkan para pengusaha salon untuk memasok barang tanpa harus membelinya terlebih dahulu. Sistem TADA pun memungkinkan untuk mereka selalu update dengan kesediaan barang. Selain itu, melalui TADA para pelaku usaha salon juga bisa mendapat kesempatan untuk menambah komisi saat barang terjual dari hasil rekomendasinya (lewat program social commerce).

Terlebih, pihak L'Oréal juga akan memberikan voucher tambahan saat menjual dengan target tertentu. Dengan begitu, kerjasama ini dapat menguntungkan semua pihak mulai dari hulu ke hilir, terutama saat pandemi.

Lebih kuat dengan kolaborasi

Bukan rahasia, saat pandemi semua dituntut beradaptasi, tak terkecuali bagi para pengusaha salon. Melalui social commerce, pelaku usaha dapat membuka peluang untuk tetap mendapatkan keuntungan dari program dan promosi referral yang dijalankan.

“Setiap journey pasti ada penyesuaian, namun di perjalanan ini L'Oréal tidak pernah merasa sendirian. TADA selalu siaga untuk membantu kami mencapai objectives yang telah ditetapkan. Dengan perjalanan ini, L'Oréal dan TADA memiliki tagline ‘stronger together’ karena TADA selalu berkontribusi pada program kami dengan tanggung jawab, komunikasi serta konsistensi,” ujar Head of Key Account and Capability of Professional Product Division L'Oréal, Patricia.

Baca Juga: Awalnya Jadi Reseller, Pasangan Ini Sukses Kembangkan Brand Sepatu

TADAmerupakan Customer Retention Platform (CRP) dengan misi meningkatkan keberlanjutan bisnis dengan membantu mereka meretensi pelanggan lebih baik, melalui solusi seperti Digital Membership, Subscription, Referral & Digital rewards. L'Oréal Group adalah perusahaan asal Perancis yang bergerak di sektor barang konsumsi.

Fokus utama L'Oréal Group adalah industri perawatan diri. Padatahun 2014, L'Oréal Group mendapatkan penjualan sebesar USD30,5 juta dengan total keuntungan USD3,9 juta.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
Bittime-Nobu Bank Kolaborasi,...
Bittime-Nobu Bank Kolaborasi, Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global
Upaya Peningkatan Target...
Upaya Peningkatan Target Penjualan, MNC Finance Gelar Agent Gathering Bersama CarDekho Group
Dorong Perkembangan...
Dorong Perkembangan Retail Herbal Digital dengan Sistem Modern
Tren Kebutuhan Dana...
Tren Kebutuhan Dana Besar Hadirkan Skema Pinjaman Fleksibel Berbasis Properti
Lindungi Konsumen dan...
Lindungi Konsumen dan Literasi Digital, Blibli Luncurkan JEDA
Posisi Strategis Indonesia...
Posisi Strategis Indonesia Jadi Incaran Asing, Kesadaran Antispionase Perlu Diperkuat
MUI Minta Komdigi Blokir...
MUI Minta Komdigi Blokir dan Perketat Pengawasan Akses Platform Judi Online
Rekomendasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Penjualan Mobil Anjlok,...
Penjualan Mobil Anjlok, Volkswagen akan Produksi Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved