IHSG Diprediksi Memerah, Analis Sarankan Cicil Beli Saham-saham yang Terkoreksi
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 10:39 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (22/10/2021). FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (22/10/2021). Pada pembukaan tadi pagi, IHSG turun 0,48% ke level 6.601.
Economist PT Panin Sekuritas Hosianna Evalita Situmorang mengatakan, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh pelemahan dari beberapa komoditas. Selain itu, juga adanya ketidakpastian di global yang cukup tinggi.
“Kalau kita lihat terlepas dari harga komoditas yang cenderung terkoreksi, juga kembali perhatian investor terhadap perkembangan kasus Covid-19 di global. Sebab, di beberapa negara Eropa ini kasusnya tetap tinggi dan juga terjadi peningkatan. Bahkan beberapa sudah ada yang melakukan lockdown,” katanya dalam Power Breakfast IDX Channel, Jumat (22/10/2021).
Baca Juga: Sesi Pembukaan Perdagangan, IHSG Dibuka di Zona Merah Turun ke 6.601
Hosianna menjelaskan, memang masih cukup berat untuk IHSG keluar dari zona merah. Akan tetapi, ini merupakan momentum untuk mulai mencicil beli saham-saham yang terkoreksi, misalnya yang berbasis komoditas.
Economist PT Panin Sekuritas Hosianna Evalita Situmorang mengatakan, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh pelemahan dari beberapa komoditas. Selain itu, juga adanya ketidakpastian di global yang cukup tinggi.
“Kalau kita lihat terlepas dari harga komoditas yang cenderung terkoreksi, juga kembali perhatian investor terhadap perkembangan kasus Covid-19 di global. Sebab, di beberapa negara Eropa ini kasusnya tetap tinggi dan juga terjadi peningkatan. Bahkan beberapa sudah ada yang melakukan lockdown,” katanya dalam Power Breakfast IDX Channel, Jumat (22/10/2021).
Baca Juga: Sesi Pembukaan Perdagangan, IHSG Dibuka di Zona Merah Turun ke 6.601
Hosianna menjelaskan, memang masih cukup berat untuk IHSG keluar dari zona merah. Akan tetapi, ini merupakan momentum untuk mulai mencicil beli saham-saham yang terkoreksi, misalnya yang berbasis komoditas.
Lihat Juga :