Oh... Penjualan Barbie Masih Seksi, Mattel Raup Rp25,5 Triliun

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 19:09 WIB
loading...
Oh... Penjualan Barbie...
Di tengah adangan pandemi penjualan boneka barbie masih meninggi. Foto/LAtimes
A A A
JAKARTA - Di tengah munculnya berbagai hambatan akibat pandemi Covid-19, Mattel masih mencatatkan kinerja yang menggemaskan. Gergasi mainan pembuat Boneka Barbie itu menyatakan, penjualannya di kuartal III menembus USD1,8 miliar, atau sekitar Rp25,5 triliun. Pencapaian itu naik sekitar 8% dibanding kuartal sebelumnya.

Penjualan Mattel di kuartal III masih disokong oleh Boneka Barbie, boneka legendaris pujaan kaum hawa, dan Hotweels, mobil-mobilan ciamik. Pun disumbang oleh Jurassic World dan Masters of the Universe yang tumbuh 50%.

Kenaikan penualan itu berdampak positif terhadap harga saham Mattel. Pada perdagangan kemarin (21/10/2021) di pasar saham New York, saham emiten berkode MAT sempat menyentuh level USD,20,76 sebelum akhirnya ditutup di angka USD20,33.

Baca juga: Bak Boneka, Cinta Laura Cantik Banget dengan Makeup Flawless

Level pada penutupan perdagangan kemarin menunjukkan kenaikan dalam lima hari ke belakang. Pada perdagangan 15 Oktober harga saham Mattel "masih" nangkring di posisi USD19,66.

Untuk tetap mendongkrak penjualannya, Mattel akan terus membuat populasi Barbie menjadi lebih beragam, berdasarkan panutan dan profersi yang berbeda. Tahun ini perusahaan meluncurkan boneka superstar tenis, Naomi Osaka.

Ndilalahnya, meski meraih kenaikan penjualan, Mattel tampaknya tak terlalu semringah. Pasalnya, menyambut libur Natal, yang akan datang dalam dua bulan lagi, Mattel dihadapkan dengan sejumlah persoalan.

Kenaikan harga Barbie jelang Natal membuat mereka meramal banyak orang tak bernafsu mengumpulkan uang untuk mengoleksi si boneka seksi. Apalagi, para orang tua juga melakukan prioritas pengeluaran terhadap kebutuhan anak-anaknya.

Kenaikan harga disebabkan membengkaknya biaya pengiriman dan bahan baku akibat pandemi yang mengacak-acak operasional pelabuhan dan arus peti kemas.

Baca juga: Israel Nekat Bangun 3.000 Unit Permukiman Baru di Tepi Barat Meski Ditekan AS

"Industri mainan menghadapi tantangan ini bersama dengan bisnis yang lain. Meski berhasil melewatinya, kami terkena dampak gangguan rantai pasokan global (pada kuartal ketiga)," kata Ynon Kreiz, Dirut Mattel, kepada BBC, Jumat (22/10/2021).

Mattel memang sudah mengantisipasi semua itu untuk kebutuhan mainan saat Natal. Perusahaan, sebut Kreiz, telah memajukan produksi, mengamankan lebih banyak peti kemas, dan mendapat akses ke lebih banyak pelabuhan untuk menjaga pasokan.

Namun, dia menyatakan tidak bisa menjamin semua langkah antisipatif itu bisa menyelesaikan persoalan? "Saya tidak bisa mengatakan kami akan memenuhi semua permintaan," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
Upaya Peningkatan Target...
Upaya Peningkatan Target Penjualan, MNC Finance Gelar Agent Gathering Bersama CarDekho Group
MeToo Catat Penjualan...
MeToo Catat Penjualan Pasta Gigi Pemutih Lebih 8 Juta Buah
Efek Nataru, Penjualan...
Efek Nataru, Penjualan Ritel Tumbuh Tertinggi dalam Dua Tahun
Pameran Art Toy Internasional...
Pameran Art Toy Internasional Hadir di Jakarta, Libatkan Kreator Lokal dan Global
Heboh! Penjualan Mobil...
Heboh! Penjualan Mobil Nasional April 2026 Tembus 80 Ribu Unit, Rekor Baru Pasca-Lebaran
Hyundai Pecah Rekor...
Hyundai Pecah Rekor Pendapatan Rp537 Triliun, tapi Kok Labanya Anjlok?
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Berita Terkini
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved