Utang Rp500 Triliun, Erick Thohir Minta PLN Lakukan Efisiensi Bisnis
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mencapai target tersebut, perusahaan harus bertransformasi dan bekerja secara masif. Bila target tersebut berhasil direalisasikan, Erick optimistis Indonesia akan jadi negara dengan nilai kompetitif yang tinggi.
Baca juga: Dorong Pengembangan EBT, PLN Diminta Gandeng Investor
Di lain sisi, sepanjang 2020, pemerintah melakukan efisiensi bisnis PLN dengan memangkas capital expenditure (capex) atau belanja modal perusahaan sebesar 24 persen atau setara Rp24 triliun.
Kemudian, melakukan refinance utang PLN sebesar Rp500 triliun. Refinance dilakukan dengan bunga utang yang lebih murah. Erick meyakini langkah ini penting memperkuat struktur keuangan perusahaan.
"Saya mengucapkan terima kasih kerja keras direksi, komisaris yang terus mendorong perbaikan keuangan PLN itu sendiri, di mana kemarin tentu capex-nya kita potong sampai 24 persen, sebesar Rp 24 triliun, utang juga direfinance dengan bunga yang lebih murah, karena ini penting. Kalau PLN-nya nggak sehat, bagaimana kita mendukung transformasi energi terbarukan," tandasnya.
Baca juga: Dorong Pengembangan EBT, PLN Diminta Gandeng Investor
Di lain sisi, sepanjang 2020, pemerintah melakukan efisiensi bisnis PLN dengan memangkas capital expenditure (capex) atau belanja modal perusahaan sebesar 24 persen atau setara Rp24 triliun.
Kemudian, melakukan refinance utang PLN sebesar Rp500 triliun. Refinance dilakukan dengan bunga utang yang lebih murah. Erick meyakini langkah ini penting memperkuat struktur keuangan perusahaan.
"Saya mengucapkan terima kasih kerja keras direksi, komisaris yang terus mendorong perbaikan keuangan PLN itu sendiri, di mana kemarin tentu capex-nya kita potong sampai 24 persen, sebesar Rp 24 triliun, utang juga direfinance dengan bunga yang lebih murah, karena ini penting. Kalau PLN-nya nggak sehat, bagaimana kita mendukung transformasi energi terbarukan," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :