Valuasi GoTo Tembus Rp450 Triliun, Siapa yang Untung?
Rabu, 27 Oktober 2021 - 01:04 WIB
loading...
A
A
A
Masih mengalirnya pendanaan baru diperkirakan bakal membuat investor lama GoTo mendapatkan keuntungan besar berkat kenaikan valuasi tersebut. Sejumlah emiten seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), melalui anak perusahaannya Telkomsel, diketahui telah menyuntik GoTo ketika masih dalam entitas Gojek. Grup Djarum melalui entitas anak Global Digital Niaga juga berinvestasi di Gojek.
Astra, Telkomsel, dan Djarum berinvestasi di saat valuasi perusahaan teknologi digital terbesar di Indonesia itu masih rendah. Sebagai contoh, Astra yang berinvestasi sebesar USD250 juta di tahun 2018, menanamkan dananya saat valuasi Gojek berkisar USD3,5-USD 4 miliar.
Telkomsel masuk ke Gojek secara bertahap sejak tahun 2020. Pada tahap pertama, anak usaha Telkom ini menanamkan investasi sebesar USD150 juta. Kemudian tahap kedua di tahun 2021 penyertaan Telkomsel di Gojek bertambah hingga total menjadi sebesar USD450 juta. Ketika Telkomsel masuk, nilai valuasi Gojek diperkirakan sudah di atas USD10 miliar.
Pasca-terbentuknya GoTo Group, persentase kepemilikan tiga konglomerasi bisnis di Indonesia itu memang berkurang. Namun, dengan terus melesatnya valuasi saham GoTo Group, nilai investasi ketiganya tadi ditaksir sudah naik puluhan persen.
Dengan asumsi valuasi GoTo saat ini sebesar USD30 miliar, maka perkiraan IRR (Internal Rate of Return) yang telah diraup oleh investor institusional domestik seperti Telkom Group yang hampir setahun masuk adalah sebesar 6,97% (monthly) atau setara dengan 83,66% per annum, Astra Internasional sebesar 32% per anum, dan Djarum meraup 43% per annum. Mereka disebut sudah diuntungkan dengan masuknya dana pra-IPO.
Astra, Telkomsel, dan Djarum berinvestasi di saat valuasi perusahaan teknologi digital terbesar di Indonesia itu masih rendah. Sebagai contoh, Astra yang berinvestasi sebesar USD250 juta di tahun 2018, menanamkan dananya saat valuasi Gojek berkisar USD3,5-USD 4 miliar.
Telkomsel masuk ke Gojek secara bertahap sejak tahun 2020. Pada tahap pertama, anak usaha Telkom ini menanamkan investasi sebesar USD150 juta. Kemudian tahap kedua di tahun 2021 penyertaan Telkomsel di Gojek bertambah hingga total menjadi sebesar USD450 juta. Ketika Telkomsel masuk, nilai valuasi Gojek diperkirakan sudah di atas USD10 miliar.
Pasca-terbentuknya GoTo Group, persentase kepemilikan tiga konglomerasi bisnis di Indonesia itu memang berkurang. Namun, dengan terus melesatnya valuasi saham GoTo Group, nilai investasi ketiganya tadi ditaksir sudah naik puluhan persen.
Dengan asumsi valuasi GoTo saat ini sebesar USD30 miliar, maka perkiraan IRR (Internal Rate of Return) yang telah diraup oleh investor institusional domestik seperti Telkom Group yang hampir setahun masuk adalah sebesar 6,97% (monthly) atau setara dengan 83,66% per annum, Astra Internasional sebesar 32% per anum, dan Djarum meraup 43% per annum. Mereka disebut sudah diuntungkan dengan masuknya dana pra-IPO.
Lihat Juga :