Realisasi Investasi Tembus Rp216,7 Triliun di Kuartal III/2021
Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:48 WIB
loading...
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia kuartal III/2021 mencapai Rp216,7 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia kuartal III/2021 mencapai Rp216,7 triliun. Capaian ini turun 2,8% secara kuartalan namun tumbuh 3,7% secara tahunan.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, meskipun masih pandemi Covid-19 dan kuartal III/2021 merupakan kondisi yang berat, pihaknya terus mengawal kinerja investasi secara end-to-end.
"Data (capaian Rp216,7 triliun) ini mencerminkan bahwa sekalipun pandemi, mungkin karena pengusaha dan investor sudah beradaptasi dengan kondisi Covid-19, mereka tetap percaya diri dalam membangun investasinya," kata Bahlil dalam paparan secara virtual, Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Bahlil Rayu Foxconn untuk Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia
Lebih lanjut dia menjelaskan kinerja penanaman modal asing (PMA) langsung atau foreign direct investment (FDI) kuartal III/2021 yang turun 11% dibanding kuartal sebelumnya dan 2,7% secara tahunan.
"Memang PMA kita saat PPKM banyak tenaga ahli tidak bisa masuk Indonesia karena protokol covid, arus barang dari LN juga agak terhambat karena pandemi," jelas Bahlil.
Baca juga: Disuruh Cari Investasi Rp900 Triliun, Menteri Bahlil Beberkan Sudah Sejauh Mana
Kendati demikian, kata dia, yang membuat bangga adalah pada saat PMA turun 11%, angka penanaman modal dalam negeri (PMDN) mengalami kenaikan 6,8% secara kuartalan dan 10,3% secara tahunan.
"Artinya seperti teori main bola ala Juventus, kalau saya selalu bilang menggaet investasi Indonesia itu seperti Juventus, bertahan dan menyerang. Saat nggak bisa menyerang karena pandemi Covid-19, kita hajar dalam negeri, begitu longgar hajar lagi luar negeri," tuturnya. Sebagai catatan, presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam arahannya menargetkan investasi pada tahun 2021 mencapai Rp900 triliun.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, meskipun masih pandemi Covid-19 dan kuartal III/2021 merupakan kondisi yang berat, pihaknya terus mengawal kinerja investasi secara end-to-end.
"Data (capaian Rp216,7 triliun) ini mencerminkan bahwa sekalipun pandemi, mungkin karena pengusaha dan investor sudah beradaptasi dengan kondisi Covid-19, mereka tetap percaya diri dalam membangun investasinya," kata Bahlil dalam paparan secara virtual, Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Bahlil Rayu Foxconn untuk Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia
Lebih lanjut dia menjelaskan kinerja penanaman modal asing (PMA) langsung atau foreign direct investment (FDI) kuartal III/2021 yang turun 11% dibanding kuartal sebelumnya dan 2,7% secara tahunan.
"Memang PMA kita saat PPKM banyak tenaga ahli tidak bisa masuk Indonesia karena protokol covid, arus barang dari LN juga agak terhambat karena pandemi," jelas Bahlil.
Baca juga: Disuruh Cari Investasi Rp900 Triliun, Menteri Bahlil Beberkan Sudah Sejauh Mana
Kendati demikian, kata dia, yang membuat bangga adalah pada saat PMA turun 11%, angka penanaman modal dalam negeri (PMDN) mengalami kenaikan 6,8% secara kuartalan dan 10,3% secara tahunan.
"Artinya seperti teori main bola ala Juventus, kalau saya selalu bilang menggaet investasi Indonesia itu seperti Juventus, bertahan dan menyerang. Saat nggak bisa menyerang karena pandemi Covid-19, kita hajar dalam negeri, begitu longgar hajar lagi luar negeri," tuturnya. Sebagai catatan, presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam arahannya menargetkan investasi pada tahun 2021 mencapai Rp900 triliun.
(ind)
Lihat Juga :