Masuki New Normal, Aktivitas Ekspor Perikanan Makin Lancar
Kamis, 04 Juni 2020 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga memastikan bahwa demand untuk pasar ekspor akan naik, bahkan bisa jadi akan lebih tinggi dibanding sebelumnya. Pandemi Covid-19 menurut Slamet telah memberikan dampak negatif bagi suplai pangan, oleh karena itu saat mulai masuk new normal, diprediksi ada efek kejut terhadap permintaan khususnya untuk komoditas ekonomi tinggi seperti kerapu.
"Era new normal saya prediksi akan memberikan daya ungkit bagi permintaan ekspor. Tentu saat ini konsumen global sangat membutuhkan pangan termasuk ikan setelah sebelumnya suplai terganggu akibat penerapan lockdown di berbagai negara. Ini yang akan kita tangkap peluangnya. Kita genjot produksi komoditas unggulan ekspor seperti kerapu," tegas Slamet.
Namun demikian, Slamet mengingatkan era new normal tentu akan mengubah pola atau perilaku konsumen. Salah satunya yakni, semakin ketatnya non tariff barrier akibat pergeseran pola konsumsi masyarakat global yang dipastikan akan memperketat pilihan produk berdasarkan kualitas dan jaminan keamanan pangan.
"Yang perlu diantisipasi yakni persyaratan non tariff barrier yang semakin rigid. Oleh karenanya, konsistensi dalam menjaga mutu dan jaminan keamanan pangan mutlak dilakukan. Sertifikasi proses budidaya (CBIB) termasuk penerapan protokol Covid-19 dalan proses produksi harus konsisten dilakukan," pungkasnya.
"Era new normal saya prediksi akan memberikan daya ungkit bagi permintaan ekspor. Tentu saat ini konsumen global sangat membutuhkan pangan termasuk ikan setelah sebelumnya suplai terganggu akibat penerapan lockdown di berbagai negara. Ini yang akan kita tangkap peluangnya. Kita genjot produksi komoditas unggulan ekspor seperti kerapu," tegas Slamet.
Namun demikian, Slamet mengingatkan era new normal tentu akan mengubah pola atau perilaku konsumen. Salah satunya yakni, semakin ketatnya non tariff barrier akibat pergeseran pola konsumsi masyarakat global yang dipastikan akan memperketat pilihan produk berdasarkan kualitas dan jaminan keamanan pangan.
"Yang perlu diantisipasi yakni persyaratan non tariff barrier yang semakin rigid. Oleh karenanya, konsistensi dalam menjaga mutu dan jaminan keamanan pangan mutlak dilakukan. Sertifikasi proses budidaya (CBIB) termasuk penerapan protokol Covid-19 dalan proses produksi harus konsisten dilakukan," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :