Kementerian PUPR Programkan Rehabilitasi 85.500 Ha Jaringan Irigasi
Kamis, 04 Juni 2020 - 11:38 WIB
loading...
Kementerian PUPR akan merehabilitasi 85.000 hektare jaringan irigasi untuk mendukung pembuatan lumbung pangan di Kalteng. Foyto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Dalam upaya untuk menjamin kebutuhan pangan bagi masyarakat, Pemerintah berencana menciptakan food estate atau daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru di Indonesia. Lokasi lumbung pangan baru yang juga merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 tersebut rencananya berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, terdapat lahan potensial pada kawasan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalteng yang sudah dikembangkan menjadi sawah.
"Lahan tersebut sebelumnya merupakan bagian Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) 1 juta hektare (ha) di Kuala Kapuas. Terdapat seluas 165.000 ha lahan yang sekarang sudah menjadi sawah, bukan berupa gambut tetapi material batuannya adalah tanah aluvial yang berada di pinggir sungai Barito," kata Menteri Basuki di Jakarta (4/6/2020).
Dia melanjutkan, dari total luas lahan potensial tersebut ada sekitar 85.500 ha lahan fungsional yang digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya. "Sedangkan sisanya 79.500 ha sudah menyemak sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali," katanya.
Berdasarkan data, dari total luas lahan yang fungsional tersebut, diperlukan rehabilitasi jaringan irigasi untuk lahan seluas 57.200 ha, sementara sisanya seluas 28.300 ha kondisi jaringan irigasinya masih berfungsi dengan baik.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, terdapat lahan potensial pada kawasan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalteng yang sudah dikembangkan menjadi sawah.
"Lahan tersebut sebelumnya merupakan bagian Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) 1 juta hektare (ha) di Kuala Kapuas. Terdapat seluas 165.000 ha lahan yang sekarang sudah menjadi sawah, bukan berupa gambut tetapi material batuannya adalah tanah aluvial yang berada di pinggir sungai Barito," kata Menteri Basuki di Jakarta (4/6/2020).
Dia melanjutkan, dari total luas lahan potensial tersebut ada sekitar 85.500 ha lahan fungsional yang digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya. "Sedangkan sisanya 79.500 ha sudah menyemak sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali," katanya.
Berdasarkan data, dari total luas lahan yang fungsional tersebut, diperlukan rehabilitasi jaringan irigasi untuk lahan seluas 57.200 ha, sementara sisanya seluas 28.300 ha kondisi jaringan irigasinya masih berfungsi dengan baik.
Lihat Juga :