Ekonomi Terkikis Corona, Defisit APBN Kian Lebar ke Level 6,34%

Kamis, 04 Juni 2020 - 12:13 WIB
loading...
Ekonomi Terkikis Corona,...
Kementerian Keuangan menyebut, defisit APBN yang semula di level 5,07% kini melebar menjadi 6,34% terhadap PDB. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, defisit Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang semula di level 5,07% kini melebar menjadi 6,34% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pasalnya, bencana wabah virus corona (Covid-19) masih belum bisa diprediksi kapan berakhirnya. Perekonomian seluruh negara pun terkikis termasuk Indonesia.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengatakan pemerintah merevisi kembali target penerimaan dan belanja negara.

“Sekarang kita sedang menyiapkan postur baru. Kemarin sudah ditetapkan di sidang kabinet, defisit 6,34%. Pendapatan negara terkoreksi cukup dalam,” ujar Febrio di Jakarta, Kamis (4/6/2020). (Baca Juga : Ekonom: Defisit APBN Melebar Lebih Baik Ketimbang Krisis )

Menurut dia, sehubungan dengan perubahan defisit ke level 6,34% terhadap PDB atau setara 1.039,2 triliun, target pendapatan dari sektor perpajakan baik dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) turun menjadi Rp1.404,5 triliun dari yang sebelumnya Rp1.462,6 triliun.

Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menjadi Rp294,1 triliun. Dengan demikian, total pendapatan dalam negeri menjadi Rp1.698,6 triliun dan hibah Rp0,5 triliun. "Maka proyeksi pendapatan negara turun menjadi Rp1.699,1 triliun dari yang sebelumnya Rp1.760,9 triliun," katanya.

Sementara untuk anggaran belanja negara, ungkap Febrio, juga mengalami kenaikan menjadi Rpg2.738,4 triliun dari yang sebelumnya Rp 2.613,8 triliun. "Belanja pemerintah pusat naik Rp 120 triliun, tapi belanja kementerian/lembaga (K/L) turun, tetapi belanja non K/L naik," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD), lanjut Febrio mengalami peningkatan tipis menjadi Rp763,9 triliun dari yang sebelumnya Rp762,7 triliun.

“Ini adalah bagian dari kenyataan yang harus dihadapi dan pemerintah respon dengan cepat. Apa yang terjadi dengan perekon kita, hari demi hari, bulan demi bulan dan secara resmi dilakukan dengan Perpres,” tutupnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Gaji ke-13 Sudah Cair...
Gaji ke-13 Sudah Cair ke 5,5 Juta Penerima, Pemerintah Kucurkan Rp24,05 Triliun
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Rekomendasi
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved