Astra Beri Penghargaan 11 Anak Muda yang Ciptakan Perubahan pada Sekitar
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, salah satu dewan juri Prof. Nila Moeloek selaku Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyampaikan rasa terima kasih kepada Astra yang telah menyelenggarakan SATU Indonesia Awards dan kepada kaum muda bangsa Indonesia yang masih bisa bantu orang lain dengan keterbatasan yang ada.
“Kita mengalami pandemi hampir sudah 2 tahun, banyak masyarakat yang tidak dapat melakukan kegiatan atau bekerja di luar rumah, SATU Indonesia Awards memperlihatkan masih ada hati di kaum pemuda bangsa Indonesia,” tuturnya.
Pendiri Young On Top dan dewan juri 12th SATU Indonesia Awards 2021 Billy Boen bersyukur menjadi juri tetap SATU Indonesia Awards. Ia berharap impact-nya akan lebih besar lagi dan akan semakin banyak pendaftar yang terinspirasi dari para pemuda yang meraih penghargaan pada tahun ini, di mana sudah menjadi role model bagi anak muda lainnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Astra yang terus mendukung para anak-anak muda kreatif dan inspiratif untuk memajukan Indonesia.
Penerima Apresiasi
![Astra Beri Penghargaan 11 Anak Muda yang Ciptakan Perubahan pada Sekitar]()
Foto: Doc. Astra
Adapun 11 Penerima apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021 terdiri dari enam penerima apresiasi pada kategori umum dan lima penerima apresiasi pada kategori khusus. Berikut rangkuman keenam anak muda dari kategori umum yang turut berkontribusi positif bagi lingkungannya:
1. Rahmad Maulizar, “Pemberi Senyum dan Harapan Baru untuk Anak Sumbing” – Banda Aceh, Aceh (bidang Kesehatan).
2. Achmad Irfandi, “Penggerak Konservasi Budaya ‘Kampung Lali Gadget’” – Sidoarjo, Jawa Timur (bidang Pendidikan).
3. Arky Gilang Wahab, “Penggerak Program Sistem Konversi Limbah Organik untuk Ciptakan Ketahanan Pangan” – Banyumas, Jawa Tengah (bidang Lingkungan).
4. Yudi Efrinaldi, “Perintis ‘Es Gak Beres yang Sangat Beres’” – Asahan, Sumatra Utara (bidang Kewirausahaan).
5. Hendra, “Pemberdaya Nelayan dengan ‘Lobstech’ melalui Penerapan Teknologi Berbasis IOT” – Jember, Jawa Timur (bidang Teknologi).
6. Siti Salamah, “Penggerak Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Teknologi” – Tangerang Selatan, Banten (kategori Kelompok).
Seperti tahun sebelumnya, Astra kembali menghadirkan kategori khusus Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19 yang berhasil menetapkan lima anak bangsa pada kategori ini, yaitu:
7. Elmi Sumarni Ismau, “Sahabat Difabel dari Kupang” – Kupang, Nusa Tenggara Timur.
8. Gede Andika, “Penggerak Kreasi Edukasi Bahasa dan Literasi Lingkungan dari Desa Pemuteran” – Buleleng, Bali.
9. Maman Sulaeman, “Pengembang Aplikasi Penilaian Belajar ‘Tanpa Sinyal, Tanpa Server’” – Pekalongan, Jawa Tengah.
10. Muhammad Zidny Kafa, “Penata Panggung Tanggap Covid-19” – Bantul, DI Yogyakarta.
11. Vania Febriyantie, “Petani Kota dengan Advance Payment” – Bandung, Jawa Barat.
“Kita mengalami pandemi hampir sudah 2 tahun, banyak masyarakat yang tidak dapat melakukan kegiatan atau bekerja di luar rumah, SATU Indonesia Awards memperlihatkan masih ada hati di kaum pemuda bangsa Indonesia,” tuturnya.
Pendiri Young On Top dan dewan juri 12th SATU Indonesia Awards 2021 Billy Boen bersyukur menjadi juri tetap SATU Indonesia Awards. Ia berharap impact-nya akan lebih besar lagi dan akan semakin banyak pendaftar yang terinspirasi dari para pemuda yang meraih penghargaan pada tahun ini, di mana sudah menjadi role model bagi anak muda lainnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Astra yang terus mendukung para anak-anak muda kreatif dan inspiratif untuk memajukan Indonesia.
Penerima Apresiasi

Foto: Doc. Astra
Adapun 11 Penerima apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021 terdiri dari enam penerima apresiasi pada kategori umum dan lima penerima apresiasi pada kategori khusus. Berikut rangkuman keenam anak muda dari kategori umum yang turut berkontribusi positif bagi lingkungannya:
1. Rahmad Maulizar, “Pemberi Senyum dan Harapan Baru untuk Anak Sumbing” – Banda Aceh, Aceh (bidang Kesehatan).
2. Achmad Irfandi, “Penggerak Konservasi Budaya ‘Kampung Lali Gadget’” – Sidoarjo, Jawa Timur (bidang Pendidikan).
3. Arky Gilang Wahab, “Penggerak Program Sistem Konversi Limbah Organik untuk Ciptakan Ketahanan Pangan” – Banyumas, Jawa Tengah (bidang Lingkungan).
4. Yudi Efrinaldi, “Perintis ‘Es Gak Beres yang Sangat Beres’” – Asahan, Sumatra Utara (bidang Kewirausahaan).
5. Hendra, “Pemberdaya Nelayan dengan ‘Lobstech’ melalui Penerapan Teknologi Berbasis IOT” – Jember, Jawa Timur (bidang Teknologi).
6. Siti Salamah, “Penggerak Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Teknologi” – Tangerang Selatan, Banten (kategori Kelompok).
Seperti tahun sebelumnya, Astra kembali menghadirkan kategori khusus Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19 yang berhasil menetapkan lima anak bangsa pada kategori ini, yaitu:
7. Elmi Sumarni Ismau, “Sahabat Difabel dari Kupang” – Kupang, Nusa Tenggara Timur.
8. Gede Andika, “Penggerak Kreasi Edukasi Bahasa dan Literasi Lingkungan dari Desa Pemuteran” – Buleleng, Bali.
9. Maman Sulaeman, “Pengembang Aplikasi Penilaian Belajar ‘Tanpa Sinyal, Tanpa Server’” – Pekalongan, Jawa Tengah.
10. Muhammad Zidny Kafa, “Penata Panggung Tanggap Covid-19” – Bantul, DI Yogyakarta.
11. Vania Febriyantie, “Petani Kota dengan Advance Payment” – Bandung, Jawa Barat.
Lihat Juga :