Utang Garuda Bengkak hingga Rp100 Triliun, Ini 3 Biang Keroknya
Jum'at, 05 November 2021 - 12:04 WIB
loading...
Garuda menanggung biaya sewa pesawat yang mencapai 26 persen atau tertinggi di dunia. Foto/Dok SINDOnews/Eko Purwanto
A
A
A
JAKARTA - Utang maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencapai USD7 miliar atau setara Rp100,5 triliun (kurs Rp14.334 per dolar AS). Nilai utang emiten pelat merah tersebut membengkak dari sebelumnya yakni Rp70 triliun.
Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas terus mengambil langkah penyelamatan, salah satunya melalui skema restrukturisasi dengan para kreditur hingga lessor. Meski demikian, belum diketahui secara pasti hasil negosiasi tersebut.
Pemegang saham pun menetapkan jangka waktu restrukturisasi utang emiten berkode saham GIAA itu hingga kuartal II-2022. Jika upaya restrukturisasi berakhir buntu, opsi pailit akan ditempuh.
Baca juga: Harga Sewa Pesawat Paling Mahal di Dunia, Begini Penjelasan Manajemen Garuda
Lantas, apa penyebab utang Garuda membengkak hingga Rp100,5 triliun?. MNC Portal Indonesia (MPI) merangkum setidaknya ada tiga penyebab utama yang memicu utang jumbo maskapai flag carrier tersebut, sebagai berikut:
1. Biaya Sewa Pesawat
Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas terus mengambil langkah penyelamatan, salah satunya melalui skema restrukturisasi dengan para kreditur hingga lessor. Meski demikian, belum diketahui secara pasti hasil negosiasi tersebut.
Pemegang saham pun menetapkan jangka waktu restrukturisasi utang emiten berkode saham GIAA itu hingga kuartal II-2022. Jika upaya restrukturisasi berakhir buntu, opsi pailit akan ditempuh.
Baca juga: Harga Sewa Pesawat Paling Mahal di Dunia, Begini Penjelasan Manajemen Garuda
Lantas, apa penyebab utang Garuda membengkak hingga Rp100,5 triliun?. MNC Portal Indonesia (MPI) merangkum setidaknya ada tiga penyebab utama yang memicu utang jumbo maskapai flag carrier tersebut, sebagai berikut:
1. Biaya Sewa Pesawat
Lihat Juga :