Ekonomi Sulsel Diprediksi Semakin Baik di Triwulan IV

Selasa, 09 November 2021 - 20:42 WIB
loading...
Ekonomi Sulsel Diprediksi...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
MAKASSAR - Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) diproyeksi semakin membaik pada triwulan keempat 2021. Utamanya didukung oleh percepatan vaksinasi Covid-19, mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang sudah hampir normal kembali.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Causa Iman Karana dalam konferensi pers yang berlangsung di salah satu cafe di Kota Makassar, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Kinerja APBN di Sulsel Triwulan III: Realisasi Pendapatan Tumbuh, Belanja Turun

"Memang masih ada ancaman gelombang ketiga Covid-19. Faktor pandemi menjadi risiko yang bisa membuat ekonomi turun lagi. Kita harus punya proyeksi ekonomi dan keyakinan (semakin membaik). Dan keyakinan itu didukung dari kondisi saat ini," katanya.

Bank Indonesia, lanjut dia, bersama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya terus bersinergi dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi Sulsel. Peningkatan akses keuangan terus diupayakan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui pemberian kemudahan akses pembiayaan, khususnya untuk para pelaku UKM.

Percepatan digitalisasi finansial juga terus dilakukan oleh Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Sementara itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara aktif melakukan koordinasi dan merumuskan berbagai strategi pengendalian harga komoditas strategis jelang akhir tahun, salah satunya lewat skema Kerja sama Antar Daerah (KAD).

Diketahui, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada Triwulan III 2021 tercatat tumbuh positif sebesar 3,24% (yoy), meskipun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 7,66% (yoy) sebagai dampak dari merebaknya kasus Covid-19. Pelemahan ekonomi pada triwulan ini sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 3,51% setelah sebelumnya mencapai 7,07%.

Baca juga: Presiden Jokowi Puji Penanganan COVID-19 dan Ekonomi di Sulsel

"Sumber utama pelemahan berasal dari permintaan domestik yang tumbuh melambat seiring kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai wilayah untuk mengatasi varian delta Covid-19. Sementara permintaan eksternal tetap tumbuh kuat, menopang pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun ekonomi Sulawesi Selatan," jelas Causa Iman.

Lebih jauh, dia menguraikan, pertumbuhan ekonomi Sulsel didorong oleh kinerja Lapangan Usaha (LU) utama. LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh sebesar 7,85% (yoy) dan memiliki pangsa sebesar 24,52% terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel.

Pertumbuhan didorong oleh peningkatan produksi beberapa komoditas perkebunan, antara lain kelapa sawit, kopi, kakao, tebu, maupun peningkatan produksi sentra budidaya perikanan dan perikanan tangkap. Selanjutnya, LU Pertambangan tumbuh sebesar 3,61% (yoy) dengan pangsa sebesar 4,81% terhadap PDRB. Pertumbuhan didorong oleh peningkatan kinerja pertambangan bijih logam.

Berdasarkan komponen pengeluaran, peningkatan net ekspor menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi Sulsel. Pada periode Januari-September 2021, total nilai ekspor Sulsel meningkat 12,96% (yoy) sedangkan total nilai impor menurun 20,36% (yoy). Peningkatan ekspor didorong meningkatnya permintaan negara mitra dagang, termasuk untuk komoditas besi dan baja.

Baca juga: BI Sulsel Optimis Tren Perbaikan Ekonomi Berlanjut

"Dampak dari PPKM mengakibatkan penurunan pada beberapa kelompok pengeluaran seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 1,03% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,96% (yoy)," jelasnya.

Penurunan konsumsi rumah tangga terjadi pada pada subkomponen Makanan dan Minuman, Pakaian dan Alas Kaki, Transportasi, Komunikasi, Rekreasi, dan Penyediaan Makan Minum. Sejalan dengan hal tersebut, perkembangan LU utama seperti LU Industri Pengolahan, Konstruksi, Perdagangan, Transportasi, dan Akomodasi Makan Minum mencatatkan pertumbuhan lebih rendah dibanding dengan triwulan sebelumnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved