Garuda Indonesia dan Emirates Berbagi Rute, Pengamat Puji Langkah Erick Thohir

Kamis, 11 November 2021 - 21:08 WIB
loading...
Garuda Indonesia dan...
Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengapresiasi langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang terus mengupayakan berbagai cara untuk menyelamatkan maskapai Garuda Indonesia dari kebangkrutan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengapresiasi langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang terus mengupayakan berbagai cara untuk menyelamatkan maskapai Garuda Indonesia dari kebangkrutan.

Salah satu upaya Erick Thohir memulihkan garuda selain memastikan restrukturisasi yang tengah berjalan, ia juga menggandeng maskapai Emirates dalam bentuk kerja sama “Code Sharing”. Dimana nantinya Garuda akan fokus menggarap rute domestik, sementara penumpang yang ingin melakukan perjalanan internasional menggunakan maskapai Emirates .

Baca Juga: Gandeng Emirates, Erick Thohir Ternyata Masih Memikirkan Nasib Garuda

Menurut Gatot, langkah yang lakukan Erick Thohir itu sudah tepat. Dengan kerjasama tersebut Garuda akan mendapat keuntungan di tengah kondisi Garuda yang tengah dilanda krisis finansial.

“Ini bisa jadi salah satu solusi dari sisi operasional penerbangan. Code sharing ini efektif meningkatkan revenue tanpa harus terbang di rute tersebut. Misalnya Garuda kerjasama dengan Emirates, Garuda bisa jual tiket ke Eropa dan Amerika, tapi nanti penumpang naiknya Emirates,” kata Gatot, Kamis (11/11/2021).

Gatot mengatakan, sebenarnya Garuda Indonesia bisa kerjasama Code Sharing ini tidak hanya dengan Emirates, melainkan dengan perusahaan maskapai internasional lainnya yang tergabung dalam Sky Team.

“Garuda juga sudah jadi anggota aliansi internasional Sky Team. Jadi kalau mau code sharing dengan maskapai lain yang sesama anggota itu sudah gampang karena sudah dianggap setara,” jelasnya.

Lanjut Gatot, Code Sharing ini sebagai solusi jika Garuda Indonesia ingin mengurangi rute internasional dan fokus terhadap penerbangan domestik.

“Jadi Garuda Indonesia bisa kerja sama code sharing dengan maskapai lain, tanpa perlu terbang sendiri ke rute tersebut. Tapi agar bisa code sharing, Garuda harus menjaga kualitas layanan, keselamatan dan lainnya agar sama dengan maskapai yang mau diajak code sharing,” tutur Gatot.

Gatot memberikan saran kepada mantan Bos Inter Milan itu agar menjalin komunikasi lintas kementerian tidak hanya membenahi dari dalam perusahaan Garuda, melainkan perlu juga berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan dan lainnya dalam usaha pembenahan dari luar.

“Perlu pembenahan di luar yaitu operasional, pajak, bea masuk. Untuk ini bisa menjalin komunikasi dengan kementerian perhubungan, keuangan. Karena kalau operasional Garuda berjalan baik, cash flow akan berjalan lancar dan diharapkan bisa menjadi cash flow positif sehingga pendapatan Garuda bisa naik,” tuntasnya.

Baca Juga: Berdarah-darah, Garuda Tutup Tiga Rute Penerbangan Internasional

Sebelumnya, Erick Thohir menyatakan Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas Garuda Indonesia terus melebarkan perspektif dan mengkaji berbagai kemungkinan opsi terkait langkah pemulihan Garuda Indonesia.

Menurut Erick, Garuda Indonesia masih memiliki value di mata pelanggannya, sehingga kerjasama code Sharing diharapkan memberikan dampak positif dalam mendukung orientasi baru Garuda yang akan lebih fokus melayani rute domestik.

"Bagaimanapun juga, kita tidak bisa tinggal diam, bukan? Yang namanya usaha dan mencari solusi harus tetap dipikirkan. Termasuk juga menyusun strategi dan fokus baru untuk bisnis penerbangan domestik Garuda," tukas Erick Thohir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Garuda Indonesia Tatap...
Garuda Indonesia Tatap Fase Turnaround 2026: Suntikan Modal Rp23,7 Triliun Jadi Amunisi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Menlu Sugiono Terpilih...
Menlu Sugiono Terpilih sebagai Ketum PB IPSI, Menpora Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
Menpora Erick Thohir...
Menpora Erick Thohir Dorong Peran Perempuan dan Pemimpin Muda di Kemenpora
Rekomendasi
Veda Ega Pulang Kampung,...
Veda Ega Pulang Kampung, Mario Suryo Aji Jalani Pemulihan Cedera
Video Persalinan Amanda...
Video Persalinan Amanda Manopo dan Baby Zac Viral, Ucapan soal Anak Kedua Curi Perhatian
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved