Telan Anggaran Rp1,35 Triliun, Progres Bendungan Meninting Baru 19,6 Persen
Sabtu, 13 November 2021 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Pembangunan bendungan berkapasitas tampung 12 juta m3 ini dikerjakan dalam dua paket dengan kebutuhan biaya sebesar Rp875,2 miliar untuk paket I dan Rp481,3 miliar untuk paket II. Jika ditotal maka anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp1,35 triliun.
Paket pertama mulai dari persiapan, pembangunan jalan masuk, bendungan utama, dan pekerjaan pendukung lainnya dikerjakan oleh kontraktor PT Hutama Karya (Persero), PT Bahagia Bangunnusa. Sedangkan untuk paket kedua meliputi pekerjaan jalan relokasi, bangunan pengelak, bangunan pelimpah, dan bangunan fasilitas yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya-PT. Sac Nusantara.
Baca juga: Romantis! Teuku Ryan Berikan Surat Cinta untuk Ria Ricis, Ini Isinya
Berdasarkan data hingga November 2021, progres keseluruhan pembangunan Bendungan Meninting sebesar 19,61%. Kehadiran Bendungan Meninting berpotensi memberikan manfaat untuk mengairi daerah irigasi seluas 1.559,29 ha, memenuhi kebutuhan air baku untuk Kabupaten Lombok Barat bagian utara sebesar 150 liter per detik, khususnya di wilayah Senggigi, menyediakan energi listrik sebesar 2 x 0.4 MW, dan juga sebagai destinasi wisata baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Paket pertama mulai dari persiapan, pembangunan jalan masuk, bendungan utama, dan pekerjaan pendukung lainnya dikerjakan oleh kontraktor PT Hutama Karya (Persero), PT Bahagia Bangunnusa. Sedangkan untuk paket kedua meliputi pekerjaan jalan relokasi, bangunan pengelak, bangunan pelimpah, dan bangunan fasilitas yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya-PT. Sac Nusantara.
Baca juga: Romantis! Teuku Ryan Berikan Surat Cinta untuk Ria Ricis, Ini Isinya
Berdasarkan data hingga November 2021, progres keseluruhan pembangunan Bendungan Meninting sebesar 19,61%. Kehadiran Bendungan Meninting berpotensi memberikan manfaat untuk mengairi daerah irigasi seluas 1.559,29 ha, memenuhi kebutuhan air baku untuk Kabupaten Lombok Barat bagian utara sebesar 150 liter per detik, khususnya di wilayah Senggigi, menyediakan energi listrik sebesar 2 x 0.4 MW, dan juga sebagai destinasi wisata baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
(uka)
Lihat Juga :