Tersisa 2 Bulan, Realisasi DMO Batu Bara Tahun Ini Baru 80%

Senin, 15 November 2021 - 14:54 WIB
loading...
Tersisa 2 Bulan, Realisasi...
Realisasi DMO batu bara hingga Oktober 2021 baru mencapai 80% dari target sebesar 138 juta ton. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) mencatat, realisasi kewajiban pasok pasar dalam negeri ( Domestic Market Obligation/DMO ) batu bara hingga Oktober 2021 mencapai 110 juta ton atau 80% dari target sebesar 138 juta ton.

Sementara, realisasi produksi batu bara hingga Oktober 2021 mencapai 512 juta ton atau 82% dari target sebesar 625 juta ton.
Adapun realisasi ekspor batu bara pada periode yang sama mencapai 367 juta ton atau 75% dari target dengan nilai USD4,2 miliar (sekitar Rp59 triliun).

Baca Juga: APBI Yakini Prospek Ekspor Batu Bara Tetap Bagus 1 Dekade ke Depan

"Masih ada waktu 2 bulan yang kami perkirakan nanti pada akhir tahun akan mencapai kurang lebih 96% dari target DMO ini," ujar Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Senin (15/11/2021).

Ridwan mengatakan, ada beberapa permasalahan dalam pelaksanaan DMO batu bara. Pertama, kewajiban DMO 25% dikenakan kepada seluruh badan usaha pertambangan tahan operasi produksi. Sementara, tidak semua perusahaan pertambangan memiliki spesifikasi batu bara yang sesuai dengan kebutuhan dalam negeri.

"Jadi perusahaan diwajibkan, tetapi kewajibannya tidak serta merta dapat diterapkan karena batu bara yang diproduksi tidak sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.

Baca Juga: Viral! IPK 2 Koma, Mahasiswi Ini Malah Lolos Beasiswa LPDP ke Inggris

Kedua, meski memiliki spesifikasi batu bara yang sesuai dengan kebutuhan, namun tidak sepenuhnya dapat diserap di dalam negeri. Ketiga, konsumsi batu bara di dalam negeri tidak sebesar tingkat produksi nasional sehingga tidak semua perusahaan memiliki peluang kontrak penjualan dengan pengguna batu bara dalam negeri.

"Jadi produksinya lebih banyak dari kebutuhannya sehingga untuk mengejar 25% itu ada isu tersendiri," kata Ridwan. Dia menambahkan, untuk menjawab permasalah tersebut, pihaknya sedang melakukan diskusi pendalaman dan wacana untuk meningkatkan kewajiban DMO 25%.

"Secara teknis kami mendorong PLN atau perusahaan-perusahaan yang lain untuk membangun fasilitas pencairan batu bara yang dikelola perusahaan swasta dan BUMN untuk mengolah agar spesifikasi batu bara dapat sesuai dengan kebutuhan dalam negeri," tuturnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved