Erick Thohir Beberkan Penyebab Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp121,01 T
Selasa, 16 November 2021 - 19:24 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan, apa yang menjadi penyebab hingga membuat biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) membengkak hingga Rp121,01 Triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan, apa yang menjadi penyebab hingga membuat biaya (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) membengkak hingga USD8,6 miliar atau setara Rp121,01 Triliun (kurs rupiah Rp14.071/USD). Mantan Bos Inter Milan itu menegaskan, pembengkakan biaya terjadi bukan lantaran praktik korupsi.
Namun, disebabkan sejumlah faktor. Erick Thohir menjelaskan, mulai dari mahalnya pembebasan lahan hingga naiknya harga material proyek selama pandemi Covid-19.
"Dan kenapa harganya naik? Kan kita tahu, pembebasan tanah di Indonesia ini susah bangat. Dan ini akhirnya angkanya jadi naik. Kedua, Covid-19 ini, lihat harga barang, semuanya naik, harga baja naik, batu bara, minyak naik, semua cost daripada tadi investasi juga naik yang hubungan dengan sumber daya alam, baja, batu bara semuanya naik, jadi ada peningkatan," ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Buka-bukaan Kenapa Kereta Cepat Jakarta-Bandung Pakai Duit APBN
Dari hitungan awal konsorsium BUMN atau PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai USD6,07 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas pembiayaan Engineering Procurement Construction (EPC) sebesar USD4,8 miliar dan USD1,3 miliar untuk non-EPC.
Namun, disebabkan sejumlah faktor. Erick Thohir menjelaskan, mulai dari mahalnya pembebasan lahan hingga naiknya harga material proyek selama pandemi Covid-19.
"Dan kenapa harganya naik? Kan kita tahu, pembebasan tanah di Indonesia ini susah bangat. Dan ini akhirnya angkanya jadi naik. Kedua, Covid-19 ini, lihat harga barang, semuanya naik, harga baja naik, batu bara, minyak naik, semua cost daripada tadi investasi juga naik yang hubungan dengan sumber daya alam, baja, batu bara semuanya naik, jadi ada peningkatan," ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Buka-bukaan Kenapa Kereta Cepat Jakarta-Bandung Pakai Duit APBN
Dari hitungan awal konsorsium BUMN atau PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai USD6,07 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas pembiayaan Engineering Procurement Construction (EPC) sebesar USD4,8 miliar dan USD1,3 miliar untuk non-EPC.
Lihat Juga :