Erick Thohir Buka-bukaan Kenapa Kereta Cepat Jakarta-Bandung Pakai Duit APBN
Selasa, 16 November 2021 - 16:11 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan soal alasan kenapa pemerintah sepakat memakai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 untuk pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan soal alasan kenapa pemerintah memakai Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2021 untuk pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Tujuan penggunaan duit APBN tidak lain sebagai upaya mempercepat penyelesaian konstruksi KCJB.
Pendanaan KCJB dalam skema penyertaan modal negara (PMN) perlu dilakukan untuk menyelesaikan pembangunan proyek strategi nasional (PSN) tersebut. Pasalnya, sumber pendanaan lain seperti membuka opsi bagi investor di luar konsorsium Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) tidak memungkinakan untuk dilakukan pemerintah.
Baca Juga: Balas Komentar Faisal Basri, Erick Thohir: Kereta Cepat Balik Modal 40 Tahun
Menurut Erick Thohir , KCJB merupakan investasi di sektor konstruksi yang keuntungannya dalam jangka waktu panjang. Sehingga tidak memungkinkan untuk diserahkan ke mekanisme pasar saat ini. Sementara, pendanaan dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pembangunannya.
"Sama seperti saya meminta PMN untuk restrukturisasi, tetapi tidak perlu uang APBN. Ya kita cari market, mekanisme pasar, cuman kereta cepat ini tidak mungkin pasar, karena ini masih lama," ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Pendanaan KCJB dalam skema penyertaan modal negara (PMN) perlu dilakukan untuk menyelesaikan pembangunan proyek strategi nasional (PSN) tersebut. Pasalnya, sumber pendanaan lain seperti membuka opsi bagi investor di luar konsorsium Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) tidak memungkinakan untuk dilakukan pemerintah.
Baca Juga: Balas Komentar Faisal Basri, Erick Thohir: Kereta Cepat Balik Modal 40 Tahun
Menurut Erick Thohir , KCJB merupakan investasi di sektor konstruksi yang keuntungannya dalam jangka waktu panjang. Sehingga tidak memungkinkan untuk diserahkan ke mekanisme pasar saat ini. Sementara, pendanaan dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pembangunannya.
"Sama seperti saya meminta PMN untuk restrukturisasi, tetapi tidak perlu uang APBN. Ya kita cari market, mekanisme pasar, cuman kereta cepat ini tidak mungkin pasar, karena ini masih lama," ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Lihat Juga :