Gelar Konferensi, Gapki Dorong Peran Industri Sawit dalam Pemulihan Ekonomi

Rabu, 17 November 2021 - 16:52 WIB
loading...
Gelar Konferensi, Gapki...
Gapki akan menggelar 17th Indonesian Palm Oil Conference (IPC) and 2022 Price Outlook pada tanggal 1-2 Desember 2021 secara virtual. Foto/Ilustrasi/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( Gapki ) menyelenggarakan acara tahunan 17th Indonesian Palm Oil Conference (IPC) and 2022 Price Outlook pada tanggal 1-2 Desember 2021 secara virtual.

Adapun tahun ini mengusung tema “Role of Palm Oil Industry towards Sustained Economic Recovery" yang membahas peran industri kelapa sawit dalam menyelamatkan perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ekspor Sawit RI ke Sejumlah Negara Turun, India Paling Curam

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan, ada dua hal yang dibahas, yaitu peran sawit dalam pemulihan ekonomi Indonesia dan harga sawit yang terus meningkat karena produksi di negara produsen yang sedang menurun.

"Ini konferensi penting karena saat ini kita menyaksikan harga sawit yang sangat tinggi, minyak goreng juga mahal, dan ini sampai kapan. Konferensi ini juga melihat sejauh mana Indonesia bisa mengambil peluang dari para pakar sawit, ekonomi, dan pemulihan di negara lain," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (17/11/2021).

Dia mengatakan, IPOC tahun ini secara khusus mengundang beberapa Menteri terkait untuk memberikan pandangan dan informasi terkait strategi pemerintah dalam hal memulihkan perekonomian yang berkelanjutan. Selain itu dibahas pula peluang pasar minyak sawit dunia di beberapa negara tujuan utama ekspor, supply and demand minyak nabati dunia, tren pasar global, dan proyeksi harga minyak sawit untuk tahun berikutnya.

Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan akan memberikan sambutan khusus di awal acara, dilanjutkan keynote speech dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang sekaligus membuka acara IPOC 2021 secara resmi.

Ketua Panitia Penyelenggara IPOC Mona Surya mengatakan, sebagai negara produsen utama kelapa sawit di dunia, kenaikan harga ini memberikan dampak positif pada peningkatan pendapatan petani serta menjaga neraca perdagangan Indonesia tetap positif di tengah pandemi Covid -19.

Baca Juga: Nagita Slavina Pilih Kamar Perawatan Persalinan Rafathar untuk Anak Kedua

Sepanjang 2021, harga rata-rata CPO di atas USD1.000 per metrik ton, bahkan mencapai puncak tertinggi yaitu USD1.390 per metrik ton pada Oktober lalu. "Industri sawit kembali memasuki masa keemasan di tahun 2021 dimana harga CPO global mencapai harga tertinggi dalam sejarah perdagangan minyak sawit dunia," ungkapnya.

Mona melanjutkan, saat ini harga sawit masih terus melejit karena produksi di negara produsen yang sedang menurun, di samping produksi minyak nabati lainnya yang juga mengalami perlambatan. Situasi ini tentu akan berubah jika produksi tinggi dan demand yang menurun. Jika terjadi berkepanjangan maka harga akan kembali turun karena stok yang melimpah.

"Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga kestabilan harga dan daya saing dalam situasi ini. Untuk itu, IPOC tahun ini akan membahas secara komprehensif mengenai strategi pemulihan ekonomi berkelanjutan kaitannya dengan peranan kelapa sawit," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
Kolaborasi Antaranggota...
Kolaborasi Antaranggota GAPKI Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Sawit Nasional
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
PTPN IV Manfaatkan Teknologi...
PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit
Rekomendasi
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved