Di Depan Petinggi Pertamina, Jokowi Keluhkan Impor Minyak Terlalu Besar
Sabtu, 20 November 2021 - 18:23 WIB
loading...
Di hadapan jajaran direksi dan komisaris Pertamina, Jokowi menyebut impor minyak Pertamina terlalu besar yang turut andil membuat neraca pembayaran Indonesia engga beres-beres. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyoroti impor minyak yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero). Di hadapan jajaran direksi dan komisaris Pertamina, Jokowi menyebut impor minyak Pertamina terlalu besar.
Baca Juga: BI: Neraca Pembayaran RI Minus 0,4 Miliar Dolar AS
Awalnya, Jokowi mendorong agar suplai energi di Indonesia bisa segera beralih ke energi terbarukan. Saat ini, suplai energi Indonesia masih didominasi oleh batu bara sebesar 67 persen, minyak 15 persen dan gas 8 persen.
Menurutnya, jika transisi energi tidak terjadi, maka pengaruhnya akan ada di neraca pembayaran dan nilai tukar rupiah.
"Goal besarnya adalah negara ini akan memperoleh keuntungan dalam bentuk neraca pembayaran, yang sudah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan karena problemnya impor minyak kita terlalu besar sekali," ucap Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Kabinet, Sabtu (20/11/2021).
Baca Juga: BI: Neraca Pembayaran RI Minus 0,4 Miliar Dolar AS
Awalnya, Jokowi mendorong agar suplai energi di Indonesia bisa segera beralih ke energi terbarukan. Saat ini, suplai energi Indonesia masih didominasi oleh batu bara sebesar 67 persen, minyak 15 persen dan gas 8 persen.
Menurutnya, jika transisi energi tidak terjadi, maka pengaruhnya akan ada di neraca pembayaran dan nilai tukar rupiah.
"Goal besarnya adalah negara ini akan memperoleh keuntungan dalam bentuk neraca pembayaran, yang sudah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan karena problemnya impor minyak kita terlalu besar sekali," ucap Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Kabinet, Sabtu (20/11/2021).
Lihat Juga :