Kendaraan Tanpa Pengemudi Jadi Kebutuhan Transportasi Masa Depan
Sabtu, 06 Juni 2020 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
Jika penerapan kendaraan listrik sudah masif, tahapan selanjutnya akan berproses pada tingkatan yang lebih maju yakni otomatisasi kendaraan. Otomatisasi memungkinkan setiap kendaraan terkoneksi dengan kondisi jalur yang dilewatinya, termasuk terkoneksi dengan kendaraan lain.
“Hal ini tentu saja akan mengurangi kerja-kerja sopir atau pengemudi. Bahkan labih canggih kita tidak perlu pengemudi namun diatur dengan sistem kontrol. Jika berada dalam kondisi ini, jumlah kendaraan bisa dikontrol jalanan ibarat sirkuit dikontrol dari jauh,” jelasnya.
Di dalam negeri sendiri kebutuhan kendaraan pada tiga hal tersebut masih berproses. Namun begitu dia tetap berkeyakinan, Indonesia bisa menuju ke arah penerapan tiga poin tersebut, selama kebutuhan transportasi yang efektif khususnya kendaraan tetap bisa disediakan dan diatur oleh pemerintah.
“Saya kira kita bisa kok. Berapapun kebutuhannya ya kita petakan dan kita fokus. Misalnya kalau punya 20 kendaraan, kita bisa atur kebutuhan penumpang misalnya berapa. Ini bisa berjalan kalau ada kontrol ketat dari pemerintah,” ujarnya.
Namun, persoalan kemudian, pemerintah juga masih terpaku pada moda transportasi lain. Di sisi lain, belum ada kontrol yang ketat akan penggunaan angkutan pribadi. Padahal kontrol terhadap angkutan pribadi bisa dilakukan. Misalnya dengan menaikkan pajak kendaraan, atau mengatur penggunaan kendaraan pribadi pada pemilik yang memiliki kendaraan lebih dari satu.
“Hal ini tentu saja akan mengurangi kerja-kerja sopir atau pengemudi. Bahkan labih canggih kita tidak perlu pengemudi namun diatur dengan sistem kontrol. Jika berada dalam kondisi ini, jumlah kendaraan bisa dikontrol jalanan ibarat sirkuit dikontrol dari jauh,” jelasnya.
Di dalam negeri sendiri kebutuhan kendaraan pada tiga hal tersebut masih berproses. Namun begitu dia tetap berkeyakinan, Indonesia bisa menuju ke arah penerapan tiga poin tersebut, selama kebutuhan transportasi yang efektif khususnya kendaraan tetap bisa disediakan dan diatur oleh pemerintah.
“Saya kira kita bisa kok. Berapapun kebutuhannya ya kita petakan dan kita fokus. Misalnya kalau punya 20 kendaraan, kita bisa atur kebutuhan penumpang misalnya berapa. Ini bisa berjalan kalau ada kontrol ketat dari pemerintah,” ujarnya.
Namun, persoalan kemudian, pemerintah juga masih terpaku pada moda transportasi lain. Di sisi lain, belum ada kontrol yang ketat akan penggunaan angkutan pribadi. Padahal kontrol terhadap angkutan pribadi bisa dilakukan. Misalnya dengan menaikkan pajak kendaraan, atau mengatur penggunaan kendaraan pribadi pada pemilik yang memiliki kendaraan lebih dari satu.
(ind)
Lihat Juga :