PLTU Dihentikan, Seratusan Juta Ton Batu Bara Kehilangan Pasar

Selasa, 23 November 2021 - 20:53 WIB
loading...
PLTU Dihentikan, Seratusan...
Penghentian PLTU akan membuat banyak produksi baru bara menganggur. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Proyek hilirisasi tengah dikebut sebagai bentuk transisi ke energi terbarukan. Operasional pembangkit listrik tenaga uap ( PLTU ) berbahan batu bara akan dihentikan, dan dialihkan dengan pembangkit energi terbarukan.

Peralihan ini berdampak pada ratusan ribu tenaga kerja di sektor PLTU. Meski ada proyek hilirisasi batu bara, namun penyerapan tenaga kerjanya dinilai tidak lebih besar dari PLTU.

Baca juga: PLTU Dipensiunkan, Ratusan Ribu Pekerja Tambang Terancam Nganggur

"Enggak bisa terserap semuanya," jelas Rizal Kasli, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (23/11/2021).

Rizal menjelaskan, dalam beberapa tahun mendatang, sekitar 170-190 juta batu bara akan kehilangan pasarnya. Di tahun 2025, PLN akan mengurangi pemakaian PLTU sebesar 1,1 GW, lalu sebesar 1 GW pada 2030, sebesar 9 GW pada 2035 dan seterusnya sebesar 10 GW, 24 GW pada tahun 2040 dan 2045, sampai terakhir penghentian pemakian PLTU ultra supercritical terakhir sebesar 5 GW.

Jika hanya terserap 20-25 juta ton per tahun, maka terdapat sisa 150-170 juta ton batu bara. Jika PLTU dipensiunkan, maka ratusan juta ton batu bara ini akan menganggur.

Di sisi lain, proyek hilirisasi dinilai belum berkembang dengan baik, mesti sudah ada perusahaan yang memulainya, seperti PT Bukit Asam di Sumatera, KPC (Kaltim Prima Coal) dan Arutmin di Kalimantan.

"Hal ini karena masalah capex (belanja modal) yang masih mahal, dan teknologi belum proven. Begitu pula soal tingkat keekonomiannya dan regulasi untuk mendukung industri ini. Lalu, penguasaan teknologi hilirisasi masih tergantung pada negara lain," katanya.

Baca juga: Cegah Diabetes Sejak Dini, Hindari Makanan-Makanan Berikut Ini

Diharapkan, pemerintah dapat melakukan terobosan dan usaha untuk penciptaan teknologi hilirisasi batu bara dalam negeri.

"Mudah-mudahan dengan terbentuknya BRIN hal ini dapat dilakukan dengan baik untuk industri hilirisasi batu bara di Indonesia. Perlu juga adanya penugasan yang diberikan oleh pemerintah kepada BUMN-BUMN tertentu untuk pengembangan industri ini di dalam negeri sebagai pioneer pengembangan teknologi dalam negeri," tandas Rizal.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Afsel ke Babak 32 Besar
Daftar 10 Tim Lolos...
Daftar 10 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved