Transaksi Non Tunai Didorong Masuk Pasar Tradisional hingga Desa Wisata
Selasa, 23 November 2021 - 19:00 WIB
loading...
Transaksi non-tunai terus di dorong melalui penerapan tiket elektronik sarana parkir di tempat pariwisata dan pasar tradisional. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Transaksi non-tunai terus di dorong masuk pasar trandisional hingga tempat pariwisata melalui penerapan tiket elektronik sarana parkir. Digitalisasi sarana parkir dilakukan oleh Yokke bekerja sama MKP sebagai wujud mendukung gerakan non-tunai yang dicanangkan pemerintah.
"Kerjasama ini untuk memberikan solusi lengkap pembayaran digital untuk segmen yang lebih luas lagi, terutama segmen pasar tradisional yang masih relatif belum tersentuh," kata Direktur Utama Yokke, Niniek S. Rahardja melalui pernyataan resmi, Selasa (23/11/2021).
Baca Juga: Sleman Gandeng Bank Indonesia Terapkan Percepatan Transaksi Non Tunai
Menurut dia kehadiran transaksi non-tunai sarana parkir tersebut pengelolaan bisnis perparkiran pasar tradisional dan objek wisata menjadi lebih mudah, transparan dan akuntabel. "Digitalisasi ini juga tentunya sebagai wujud nyata perluasan gerakan non-tunai dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata dia.
Direktur Utama MKP Nicholas Anggada mengungkapkan sistem e-ticketing MKP telah berjalan di berbagai wilayah di Indonesia. Digitalisasi payment sistem ini sudah mampu menerima pembayaran menggunakan kartu debit, kartu kredit, kartu prabayar (prepaid) dan juga QRIS. Selain itu, pengelola terbantu dengan adanya infrastruktur digital yang sangat mudah digunakan.
"Kerjasama ini untuk memberikan solusi lengkap pembayaran digital untuk segmen yang lebih luas lagi, terutama segmen pasar tradisional yang masih relatif belum tersentuh," kata Direktur Utama Yokke, Niniek S. Rahardja melalui pernyataan resmi, Selasa (23/11/2021).
Baca Juga: Sleman Gandeng Bank Indonesia Terapkan Percepatan Transaksi Non Tunai
Menurut dia kehadiran transaksi non-tunai sarana parkir tersebut pengelolaan bisnis perparkiran pasar tradisional dan objek wisata menjadi lebih mudah, transparan dan akuntabel. "Digitalisasi ini juga tentunya sebagai wujud nyata perluasan gerakan non-tunai dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata dia.
Direktur Utama MKP Nicholas Anggada mengungkapkan sistem e-ticketing MKP telah berjalan di berbagai wilayah di Indonesia. Digitalisasi payment sistem ini sudah mampu menerima pembayaran menggunakan kartu debit, kartu kredit, kartu prabayar (prepaid) dan juga QRIS. Selain itu, pengelola terbantu dengan adanya infrastruktur digital yang sangat mudah digunakan.
Lihat Juga :