Bernilai Strategis, Pemerintah Beri Perhatian Khusus pada WK Rokan

Selasa, 30 November 2021 - 12:31 WIB
loading...
Bernilai Strategis,...
Wilayah Kerja Rokan di Riau disebut memiliki nilai strategis sebagai penyangga ketahanan energi nasional. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pemerintah menilai Wilayah Kerja (WK) Rokan di Riau bernilai strategis bagi ketahanan energi dan perekonomian nasional. Karena itu, kinerja WK migas ini yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

"WK Rokan menjadi value contributor yang sangat penting bagi negara. Kami berharap rencana investasi PHR di WK Rokan beberapa tahun mendatang dapat diwujudkan," ujar Wakil Menteri (Wamen) BUMN Pahala N Mansury dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Blok Rokan Makin Tokcer Usai Berhasil Ngebor Sumur ke-100

Karena itu pula Pahala mengapresiasi komitmen dan kerja keras para pekerja di WK Rokan yang mampu menjalankan alih kelola blok migas tersebut dari Chevron dengan baik, bahkan mampu meningkatkan produksinya.

Terkait peran strategis Blok Rokan, Pahala yang juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama Pertamina melakukan kunjungan kerja untuk melihat langsung pengelolaannya. Pahala meninjau fasilitas Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) yang berlokasi di Minas, Kabupaten Siak.

Selain penting bagi ketahanan energi nasional, tegas dia, rencana kerja WK Rokan yang masif dan agresif turut mendukung pencapaian Subholding Upstream (SHU). PHR WK Rokan diperkirakan membutuhkan investasi sekitar USD3 miliar atau sekitar Rp42 triliun dalam lima tahun pertama pasca alih kelola.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama PHR Jaffee A Suardin memaparkan pencapaian WK Rokan pasca alih kelola, perkembangan program pengeboran, rencana jangka panjang menuju produksi 300.000 BOPD (barel per hari), dan berbagai metode pengembangan sumur untuk peningkatan produksi.

Selain itu, dia mendiskusikan penerapan digitalisasi di WK Rokan melalui keberadaan fasilitas IODSC. Termasuk perluasan penerapan digitalisasi WK Rokan ke wilayah kerja hulu migas Pertamina lainnya, yakni di Jambi Merang dan Prabumulih, sebagai tahap awal.

Baca Juga: Dorong Masyarakat Beralih ke TV Digital, Kominfo Lakukan Sosialisasi dengan Kearifan Lokal

IODSC merupakan pusat kegiatan digitalisasi WK Rokan. Fasilitas ini merupakan sumber informasi atau big data berkaitan dengan aktivitas sumur dan peralatan di lapangan. Setiap hari ada sekitar 4.000 hingga 5.000 data sumur yang masuk. Data tersebut diolah agar menjadi informasi berharga yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Jaffe menerangkan, penerapan digitalisasi di WK Rokan setidaknya memberikan empat manfaat utama, yakni peningkatan kinerja keselamatan; penurunan signifikan dari potensi kehilangan produksi / LPO hingga sekitar 40% optimalisasi kemampuan fasilitas produksi; dan peningkatan efisiensi.

WK Rokan saat ini menyumbangkan hampir 25% produksi minyak nasional. Produksi WK Rokan sekitar 162.000 BOPD (barel minyak per hari), atau naik 4.000 BOPD dibandingkan sebelum alih kelola yang berada di kisaran 158.000 BOPD.

Operasi WK Rokan saat ini didukung oleh sekitar 2.700 pegawai tetap dan lebih dari 22.000 pegawai mitra kerja. Masing-masing sekitar 65% dan 85% di antaranya merupakan warga lokal Riau.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
Jawab Perluasan Biodiesel...
Jawab Perluasan Biodiesel B50 untuk Industri, Bpfilters Hadirkan Filter Solar Terbaru
Harmonisasi Tata Ruang...
Harmonisasi Tata Ruang Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional
Pertamina Patra Niaga-MEPS...
Pertamina Patra Niaga-MEPS Kerja Sama Perkuat Keandalan Operasional Kilang
61 Tahun Melayani: PGN...
61 Tahun Melayani: PGN Terus Bergerak Menjadi Pilar Ketahanan Energi Indonesia
10 Provinsi Sepakat...
10 Provinsi Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Rakergub FKD-MPU 2026
Prabowo di KTT ke-48...
Prabowo di KTT ke-48 ASEAN: Ketahanan Energi Salah Satu Isu Penting yang Kita Hadapi Saat Ini
Sudirman Said Ungkap...
Sudirman Said Ungkap Tiga Faktor yang Mengancam Keamanan Energi
Rekomendasi
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved