Kemendag: Surplus Neraca Perdagangan 2021 Bisa Pecahkan Rekor

Selasa, 30 November 2021 - 14:56 WIB
loading...
Kemendag: Surplus Neraca Perdagangan 2021 Bisa Pecahkan Rekor
Surplus neraca perdagangan tahun 2021 diyakini bisa mencapai 2 kali lipat surplus yang terjadi pada 2020. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan ( Kemendag ) meyakini surplus neraca perdagangan tahun ini bisa dua kali lipat dibandingkan capaian surplus tahun 2020.

Menurut Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan, Keyakinan itu didasarkan pada kuatnya kinerja ekspor dan impor Indonesia hingga Oktober 2021.

Baca Juga: Mendag Lutfi Harap Badan Baru Kadin Turut Majukan Perdagangan

"Kami yakin akhir tahun nanti kami bisa dapat surplus perdagangan dua kali lipat dari tahun 2020 lalu. Ini prestasi yang belum pernah terjadi di Indonesia," ujar Marolop dalam pelepasan ekspor 1 juta liter reduktan pestisida di Banyuwangi, Selasa (30/11/2021).

Marolop membeberkan, hingga Oktober 2021, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD30,81 miliar. Capaian ini merupakan rekor kenaikan tertinggi Indonesia selama 10 tahun. Sementara, surplus neraca perdagangan Indonesia tahun lalu mencapai USD21,47 miliar.

"Bayangkan, 10 bulan sudah dapat USD30 miliar. Jadi adanya pembatasan-pembatasan mobilitas ini tidak menghalangi kita memperoleh keuntungan dari perdagangan," kata Marolop.



Baca Juga: Tentara China Menari-nari di Pegunungan Bersalju, Netizen India Puas Mengejek

Menurut dia, tentunya, capaian neraca perdagangan ini disokong kinerja ekspor yang juga meningkat. Pada Oktober tahun ini, nilai ekspor mencapai USD22,03 miliar. Angka ini, lanjut Marolop, diprediksi akan terus bertambah. "Apalagi dengan adanya ekspor 1 juta liter reduktan pestisida ke Malaysia oleh PT Pandawa Agri Indonesia ini," imbuhnya.

Sebagai informasi, PT Pandawa Agri Indonesia kembali mengekspor 1 juta liter reduktan pestisida ke Malaysia. Ekspor ini merupakan lanjutan dari ekspor Maret lalu. Bahan kimia pertanian ini dibutuhkan karena bisa menekan penggunaan pestisida hingga 50% dan berdampak lebih baik bagi lingkungan.
(fai)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1467 seconds (10.177#12.26)