Seberapa Bahaya Omicron Belum Jelas Bikin Wall Street Berakhir Memerah

Rabu, 01 Desember 2021 - 08:44 WIB
loading...
Seberapa Bahaya Omicron...
Wall Street berakhir lebih rendah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menberi sinyal baru. Ditambah belum jelas seberapa bahaya varian baru omicron. Foto/Dok
A A A
NEW YORK - Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (30/11/2021) waktu setempat, setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan, bahwa bank sentral AS akan mempertimbangkan untuk mempercepat penarikan pembelian obligasi karena risiko inflasi meningkat.

Hal itu menambah tekanan ke pasar dan investor yang sudah gelisah tentang varian COVID-19 terbaru Omicron . Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 652,22 poin, atau 1,86%, menjadi 34.483,72, S&P 500 kehilangan 88,27 poin, atau 1,90%, menjadi 4.567 dan Nasdaq Composite turun 245,14 poin, atau 1,55%, menjadi 15.537,69.

Baca Juga: Ketakutan Terhadap Omicron Bikin Wall Street Babak Belur

Untuk bulan ini, S&P mencatat penurunan 0,8%, sedangkan Dow Jones turun 3,7% dan Nasdaq naik 0,25%. Hanya tujuh dari komponen benchmark S&P 500 yang menguat pada hari Selasa.

Untuk perdagangan hari ini, semua 11 sektor industri utama S&P turun dengan tujuh dari sektor tersebut jatuh lebih dari 2%. Layanan komunikasi memimpin kerugian dengan penurunan 3% diikuti oleh penurunan Utilitas 2,9%. Karena harga minyak jatuh, energi berada di bawah tekanan sepanjang sesi, ditutup turun 2,5%.

Performa teratas adalah sektor teknologi informasi, jatuh hanya 0,96%, dengan bantuan dari Apple Inc, yang membuat rekor penutupan tertinggi dan kenaikan 3,2% untuk hari itu.

Dalam sebuah kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat, Powell mengindikasikan bahwa dia tidak lagi menganggap inflasi tinggi sebagai "sementara" dan bahwa The Fed akan meninjau kembali jadwal untuk mengurangi program pembelian obligasi pada pertemuan berikutnya dalam dua minggu.

Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities dalam Los Angeles mengatakan, komentar Powell mengacaukan pemikiran pasar dalam hal potensi taper timing. Sebagai akibatnya, risk-off terjadi di seluruh indeks.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
The Fed Punya Bos Baru!...
The Fed Punya Bos Baru! Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bikin Pasar Global Ketar-ketir
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai Pertemuan The Fed, Investor Waspadai Sinyal Hawkish
Rupiah Loyo ke Rp16.798,...
Rupiah Loyo ke Rp16.798, Imbas Trump Dukung Kevin Warsh jadi Bos The Fed
Fed Tahan Suku Bunga,...
Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Kembali Turun di Bawah USD90.000
Dunia Gonjang-ganjing,...
Dunia Gonjang-ganjing, Rupiah Diramal Tembus Rp17.100 Pekan Depan
The Fed Pangkas Suku...
The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan, Ketiga Kalinya Sepanjang 2025
Profil Lisa Cook, Gubernur...
Profil Lisa Cook, Gubernur The Fed yang Tuntut Donald Trump karena Dipecat dari Jabatannya
Inflasi Kembali Mengancam,...
Inflasi Kembali Mengancam, The Fed Urung Turunkan Suku Bunga?
Kemenkes Sebut Covid-19...
Kemenkes Sebut Covid-19 Varian JN.1 Tidak Ganas
Rekomendasi
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Berita Terkini
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved