Seberapa Bahaya Omicron Belum Jelas Bikin Wall Street Berakhir Memerah
Rabu, 01 Desember 2021 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Kepala eksekutif BioNTech mengatakan, vaksin yang dipasok perusahaannya dalam kemitraan dengan Pfizer kemungkinan akan menawarkan perlindungan yang kuat dari penyakit parah dalam berbagai kasus.
Tetapi CEO Moderna Inc mengungkapkan, kepada Financial Times bahwa vaksin COVID-19 selama ini kemungkina tidak seefektif terhadap varian baru seperti sebelumnya.
Baca Juga: Rupiah Loyo di Rp14.279 per Dolar AS, Investor Cermati Langkah The Fed
Saham Moderna turun 4,4% sementara Regeneron Pharmaceuticals Inc kehilangan 2,7% setelah mengatakan pengobatan antibodi COVID-19 dan obat serupa lainnya bisa kurang efektif melawan Omicron.
Saham perjalanan dan liburan merosot, dengan indeks S&P 1500 Hotels, Restaurant and Leisure turun lebih dari 2% sementara indeks S&P 1500 Airlines turun 0,6%. Sementara indeks Russell 2000 berkapitalisasi kecil turun 1,9%.
Ketidakpastian virus telah memicu alarm baru pada saat kebuntuan rantai pasokan membebani pemulihan ekonomi dan bank sentral secara global mempertimbangkan untuk kembali ke kebijakan moneter pra-pandemi untuk mengatasi lonjakan inflasi.
Sementara itu, data menunjukkan kepercayaan konsumen AS tergelincir pada November di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya biaya hidup dan pandemi COVID-19 yang tiada henti.
Pada Selasa mencatat volumen perdagangan tertinggi untuk bursa AS sejak Juni dengan 16,13 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 11,12 miliar untuk 20 sesi terakhir.
Tetapi CEO Moderna Inc mengungkapkan, kepada Financial Times bahwa vaksin COVID-19 selama ini kemungkina tidak seefektif terhadap varian baru seperti sebelumnya.
Baca Juga: Rupiah Loyo di Rp14.279 per Dolar AS, Investor Cermati Langkah The Fed
Saham Moderna turun 4,4% sementara Regeneron Pharmaceuticals Inc kehilangan 2,7% setelah mengatakan pengobatan antibodi COVID-19 dan obat serupa lainnya bisa kurang efektif melawan Omicron.
Saham perjalanan dan liburan merosot, dengan indeks S&P 1500 Hotels, Restaurant and Leisure turun lebih dari 2% sementara indeks S&P 1500 Airlines turun 0,6%. Sementara indeks Russell 2000 berkapitalisasi kecil turun 1,9%.
Ketidakpastian virus telah memicu alarm baru pada saat kebuntuan rantai pasokan membebani pemulihan ekonomi dan bank sentral secara global mempertimbangkan untuk kembali ke kebijakan moneter pra-pandemi untuk mengatasi lonjakan inflasi.
Sementara itu, data menunjukkan kepercayaan konsumen AS tergelincir pada November di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya biaya hidup dan pandemi COVID-19 yang tiada henti.
Pada Selasa mencatat volumen perdagangan tertinggi untuk bursa AS sejak Juni dengan 16,13 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 11,12 miliar untuk 20 sesi terakhir.
(akr)
Lihat Juga :