Tingkatkan Kompetensi SDM Pertanian, Kementan Gandeng Unpad dan IPB

Rabu, 01 Desember 2021 - 16:50 WIB
loading...
Tingkatkan Kompetensi...
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi diwakili Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah (kiri) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Unpad dan IPB di Lembang, Jawa Barat, Rabu (1/12/2021). (Foto: Dok. BPPSDMP)
A A A
JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kerja sama dengan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB). Kerja sama ini untuk meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Kerja sama ini bertujuan meningkatkan profesionalisme SDM pertanian melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Perjanjian kerja sama antara BPPSDMP dengan IPB dan Unpad berlangsung selama 2 tahun,” kata Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi di BBPP Lembang, Jabar, Rabu (1/12/2021).

(Baca juga:Tur 10 Negara, Kementan Sukses Kontrak Dagang Senilai Rp4,7 Triliun)

Dedi Nursyamsi menambahkan kunci keberhasilan peningkatan produksi komoditas pertanian adalah melalui dukungan sarana, prasarana, inovasi teknologi, regulasi dan SDM Pertanian yang kompeten. Menurutnya, teknologi pertanian dan SDM pertanian merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.Teknologi pertanian modern dicirikan lebih cepat, produktivitas tinggi dan memanfaatkan teknologi informasi.

Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah menambahkan bahwa pada kegiatan serah terima Strengthening Incubator Agribusiness with Human Development Project, teknologi yang dikenalkan adalah pertanian presisi atau smart farming.

(Baca juga:Kementan Sosialisasi Prototipe Penyuluh Masa Depan)

“Smart farming yakni pertanian rendah biaya namun berpotensi meningkatkan margin keuntungan petani, dan efisiensi dalam penggunaan air, pupuk dan pestisida yang memungkinkan keberlanjutan produksi hasil pertanian yang aman dan sehat,” kata Siti Munifah.

Fasilitas project berupa Smart Automatic Green House dan Modern Packing House ini, kata Siti Munifah, telah menjadi ikon yang menarik minat peserta pelatihan, mahasiswa, dosen, petani dan pengusaha milenial serta masyarakat sebagai sarana pembelajaran/pelatihan berbasis inovasi dan teknologi masa kini.

“Bagaimana seharusnya tahapan budidaya, pascapanen dan pengolahan hasil pertanian itu dilakukan, sesuai SOP dan standar internasional guna mendukung pertanian yang maju, mandiri dan modern,” ungkapnya.

(Baca juga:Kementan Perkuat Peran Penyuluh Swadaya dan Swasta di Perkebunan Sawit)

Dalam kesempatan ini, Siti Munifah mewakili Kabadan Desi Nursyamsi mengucapkan terima kasih pada TETO dan IETO atas dukungannya terhadap para petani dan pelaku usaha melalui kerja sama teknis ini.

“Saya berharap di masa mendatang kita dapat tetap memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam pembangunan SDM Pertanian melalui penggunaan teknologi pertanian modern yang saling menguntungkan,” kata Siti Munifah.

Siti Munifah menjelaskan kerja sama ini sangat strategis, khususnya untuk mendukung peningkatan kapasitas petani milenial. Kita ingin ada peningkatan kualitas dan ilmu pengetahuan bagi para petani milenial.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pertanian memiliki peran penting dan strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.“Di masa pandemi Covid-19, hanya sektor pertanian yang tumbuh positif, ditunjukkan dengan meningkatnya produktivitas dan ekspor produksi pertanian serta penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian,” kata Mentan Syahrul.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Mentan Amran Geram,...
Mentan Amran Geram, 133,5 Ton Bawang Bombay Berpenyakit Diselundupkan ke RI
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Cek Rasio Keketatan...
Cek Rasio Keketatan 14 Jurusan SV Unpad di SNBT 2026, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved