Hobi Jadi Ladang Rezeki, Ibu-ibu Ini Buat Jamu Empon-Empon hingga Peyek Bayam
Kamis, 02 Desember 2021 - 16:25 WIB
loading...
Bagaimana tidak, berkat hobi bercocok tanam di pekarangan rumah, kaum perempuan di Dusun Karangploso, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta bisa menambah penghasilan keluarga. Foto/Dok
A
A
A
YOGYAKARTA - Dari hobi menjadi ladang rezeki. Kalimat ini rasanya pas untuk menggambarkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari. Bagaimana tidak, berkat hobi bercocok tanam di pekarangan rumah, kaum perempuan di Dusun Karangploso, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta bisa menambah penghasilan keluarga.
"Kita kan sering buat jamu empon-empon. Dari hidroponik ada bayam brazil, kita buat peyek, stik. Setiap mereka buat itu, mereka dapat uang saku dari KWT," ungkap Rini Laksinto dari KWT Mentari.
Baca Juga: Gandeng Bank BRI, KidZania Edukasi Anak Gemar Menabung
Setiap kali datang untuk mengolah hasil pertanian, kata Rini, 23 anggota KWT Mentari mendapatkan uang saku Rp 50.000. Setidaknya, mereka berproduksi seminggu tiga kali. "Kan lumayan, seminggu tiga kali datang, jadi Rp 150.000. Itu benar-benar saya rasakan membantu sekali untuk mereka," tuturnya yang Juli lalu baru saja pensiun dari sebuah bank pemerintah.
![Hobi Jadi Ladang Rezeki, Ibu-ibu Ini Buat Jamu Empon-Empon hingga Peyek Bayam]()
KWT Mentari sendiri sudah berdiri sejak 28 November 2018. Awalnya hanya menjadi wadah berkumpulnya ibu-ibu di Dusun Karangploso dalam menyalurkan hobi bertanamnya. Namun sejak mendapatkan pelatihan membuat jamu pada Desember 2019, mereka mulai memproduksi jamu empon-empon dari hasil panen tanaman mereka.
Mereka berinovasi dengan membuat empon-empon instan, dengan slogannya 'Cara Modern Menikmati Jamu'. Produk mereka disambut antusias pasar. Apalagi momentumnya pas. Kala itu Covid-19 mulai menyebar di Tanah Air. "Di tengah Covid-19, masyarakat menginginkan sesuatu yang praktis untuk daya tahan tubuh," katanya.
"Kita kan sering buat jamu empon-empon. Dari hidroponik ada bayam brazil, kita buat peyek, stik. Setiap mereka buat itu, mereka dapat uang saku dari KWT," ungkap Rini Laksinto dari KWT Mentari.
Baca Juga: Gandeng Bank BRI, KidZania Edukasi Anak Gemar Menabung
Setiap kali datang untuk mengolah hasil pertanian, kata Rini, 23 anggota KWT Mentari mendapatkan uang saku Rp 50.000. Setidaknya, mereka berproduksi seminggu tiga kali. "Kan lumayan, seminggu tiga kali datang, jadi Rp 150.000. Itu benar-benar saya rasakan membantu sekali untuk mereka," tuturnya yang Juli lalu baru saja pensiun dari sebuah bank pemerintah.

KWT Mentari sendiri sudah berdiri sejak 28 November 2018. Awalnya hanya menjadi wadah berkumpulnya ibu-ibu di Dusun Karangploso dalam menyalurkan hobi bertanamnya. Namun sejak mendapatkan pelatihan membuat jamu pada Desember 2019, mereka mulai memproduksi jamu empon-empon dari hasil panen tanaman mereka.
Mereka berinovasi dengan membuat empon-empon instan, dengan slogannya 'Cara Modern Menikmati Jamu'. Produk mereka disambut antusias pasar. Apalagi momentumnya pas. Kala itu Covid-19 mulai menyebar di Tanah Air. "Di tengah Covid-19, masyarakat menginginkan sesuatu yang praktis untuk daya tahan tubuh," katanya.
Lihat Juga :